Senin, 06 April 2026

Kusta Dapat Disembuhkan, Deteksi Dini dan Pengobatan Tuntas Jadi Kunci

EM Bukit MKes - Jumat, 13 Maret 2026 11:06 WIB
Kusta Dapat Disembuhkan, Deteksi Dini dan Pengobatan Tuntas Jadi Kunci
Peringatan Hari Kusta Sedunia Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan sambutan pada Puncak Peringatan Hari Kusta Sedunia di Auditorium Siwabessy, Gedung Prof Sujudi, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu (11/3/2026). (Dok/Kemkes)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk mempercepat eliminasi penyakit kusta di Indonesia melalui strategi deteksi dini, pengobatan hingga tuntas, serta pemberian pencegahan bagi kontak erat pasien.

Hal tersebut disampaikan dalam puncak peringatan Hari Kusta Sedunia yang digelar di Auditorium Siwabessy Gedung Prof Sujudi Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu.

Dilansir dari laman Kemkes, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa kusta merupakan penyakit menular yang telah dikenal sejak ribuan tahun lalu dan kerap dikaitkan dengan stigma serta diskriminasi di masyarakat. Padahal secara ilmiah, penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri dan dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tersedia.

“Kusta ini sering diasosiasikan dengan negara miskin karena sejak ribuan tahun lalu penyakit ini tidak bisa dijelaskan secara ilmiah sehingga muncul berbagai stigma. Padahal sekarang kita sudah tahu penyebabnya adalah bakteri dan obatnya sudah tersedia,” ujar Budi.

Ia menekankan bahwa strategi utama dalam pengendalian kusta adalah menemukan sebanyak mungkin kasus agar pasien dapat segera mendapatkan pengobatan sehingga penularan dapat dihentikan.

“Jangan takut jika kasus yang ditemukan banyak. Justru itu menunjukkan sistem deteksi kita bekerja dengan baik. Temukan sebanyak-banyaknya agar bisa segera diobati, karena obatnya ada dan pengobatannya bisa selesai,” katanya.

Menurut Budi, pengobatan kusta relatif sederhana dan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar enam bulan apabila pasien menjalani terapi secara rutin hingga tuntas.

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga memperkuat skrining kusta melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) guna mendeteksi kasus lebih dini di masyarakat.

“Strateginya jelas: temukan sebanyak-banyaknya, obati sampai selesai, dan berikan pencegahan kepada kontak erat pasien. Dengan cara ini penularan bisa dihentikan,” jelasnya.

Khusus di wilayah Indonesia Timur, Kemenkes juga mendorong pemeriksaan tambahan untuk mendeteksi kemungkinan resistensi obat melalui pemeriksaan genetik sehingga pasien dapat segera memperoleh terapi yang tepat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengatakan bahwa peringatan Hari Kusta Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat komitmen nasional dalam menghapus stigma terhadap penyintas kusta.

“Peringatan Hari Kusta Sedunia merupakan momentum global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat komitmen pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, serta menghapus stigma dan diskriminasi terhadap orang yang pernah mengalami kusta,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan peringatan tahun ini meliputi skrining mandiri keluarga, lomba penulisan bagi jurnalis, hingga puncak acara berupa kampanye edukasi serta pemberian penghargaan kepada fasilitas kesehatan yang aktif menemukan kasus baru.

Penghargaan tersebut diberikan kepada sejumlah puskesmas yang berhasil menemukan kasus kusta baru terbanyak, antara lain di Kabupaten Tangerang, Kabupaten Brebes, dan Kota Jayapura.

Melalui peringatan Hari Kusta Sedunia tahun ini, Kemenkes kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi nasional dalam upaya eliminasi kusta di Indonesia sekaligus menghapus stigma terhadap para penyintas.

“Kami menegaskan kembali komitmen untuk memperkuat sinergi nasional menuju eliminasi kusta serta Indonesia bebas stigma terhadap penyintas kusta,” kata Andi.

Kementerian Kesehatan juga mengajak masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri apabila menemukan gejala kusta serta mendukung upaya penghapusan stigma agar pasien dapat memperoleh pengobatan secara cepat dan tuntas. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar