Senin, 06 April 2026

Stok Vaksin MR Aman, Kemenkes Dorong Percepatan Imunisasi untuk Cegah Campak

EM Bukit MKes - Senin, 09 Maret 2026 11:12 WIB
Stok Vaksin MR Aman, Kemenkes Dorong Percepatan Imunisasi untuk Cegah Campak
Petugas kesehatan menyiapkan vaksin campak-rubella (MR) sebelum diberikan kepada seorang anak dalam kegiatan imunisasi untuk mencegah penularan penyakit campak. (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan memastikan ketersediaan vaksin campak-rubella (MR) di Indonesia dalam kondisi aman, sebagai upaya percepatan pelaksanaan imunisasi untuk menekan peningkatan kasus campak di sejumlah daerah.

Dilansir dari laman Kemenkes, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Rizka Andalusia, menekankan bahwa penyediaan vaksin merupakan faktor krusial dalam pengendalian wabah selain surveilans dan deteksi dini kasus.

“Dalam merespons kejadian luar biasa campak, salah satu faktor penting selain surveilans adalah penyediaan vaksin untuk pelaksanaan imunisasi. Pemerintah telah merencanakan percepatan pelaksanaan Outbreak Response Immunization di daerah-daerah dengan kasus tinggi,” ujar Rizka dalam konferensi pers daring, Jumat (6/3/2026).

Per 6 Maret 2026, stok vaksin MR tercatat mencukupi. Di tingkat pusat tersedia sekitar 9,5 juta dosis, sementara di daerah telah terdistribusi 6,6 juta dosis yang tersebar di dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota, hingga puskesmas.

“Kami memastikan stok vaksin tersedia dan terus melakukan distribusi dari pusat ke daerah, terutama pada wilayah yang stoknya mulai menurun. Seluruh provinsi saat ini memiliki ketersediaan vaksin dengan tingkat stok di atas dua bulan,” jelasnya.

Pemantauan distribusi dilakukan secara real time melalui sistem Satu Sehat Logistik (SSL), yang memonitor inventori vaksin hingga tingkat puskesmas. Hasil pemantauan menunjukkan 23 provinsi memiliki stok untuk 2–5 bulan, sembilan provinsi untuk 5–7 bulan, dan enam provinsi memiliki stok lebih dari tujuh bulan.

Stok vaksin diprioritaskan untuk mendukung pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch Up Campaign (imunisasi kejar) di 102 kabupaten/kota pada 11 provinsi prioritas pengendalian campak.

Rizka menegaskan bahwa vaksin MR yang digunakan telah melalui evaluasi ketat terkait keamanan, mutu, dan khasiatnya, serta telah mendapat izin edar dari Badan POM.

“Vaksin yang digunakan dalam program imunisasi nasional telah melalui kajian Kemenkes dan Komite Imunisasi Nasional. Artinya, vaksin tersebut aman dan efektif digunakan,” ujarnya.

Berdasarkan studi dan uji klinis, vaksin MR terbukti efektif meningkatkan kekebalan tubuh terhadap campak dan rubella, dengan tingkat seropositif mencapai lebih dari 90 persen pada anak yang telah divaksinasi.

Terkait kekhawatiran efek samping, Rizka menjelaskan bahwa reaksi umumnya ringan dan sementara, seperti demam ringan, kemerahan atau nyeri di tempat suntikan, serta ruam ringan, yang biasanya hilang dalam 24 jam.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai informasi hoaks terkait vaksin.

“Informasi yang menyebutkan vaksin mengandung microchip atau senjata biologis adalah hoaks. Vaksin hanya berisi komponen biologis yang merangsang sistem imun untuk mengenali dan melawan penyakit,” tegasnya.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk selalu mengakses informasi dari sumber resmi, termasuk kanal komunikasi Kementerian Kesehatan, serta memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap.

“Pemerintah pusat dan daerah akan terus memastikan ketersediaan vaksin, kelancaran distribusi, serta pelayanan imunisasi di seluruh Indonesia. Kami berharap masyarakat aktif berpartisipasi dalam program imunisasi untuk melindungi anak-anak dari campak dan komplikasi berat yang dapat ditimbulkannya,” pungkas Rizka. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar