Hari Kelima Pascabencana, Pemerintah Kirim 253 Ton Logistik ke NTT
Jakarta (buseronline.com) Pemerintah Indonesia terus mempercepat penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Tim
Hukum & Peristiwa 2 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Meningkatnya mobilitas masyarakat serta potensi kerumunan dinilai dapat memperbesar risiko penularan penyakit menular, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Berdasarkan data hingga minggu ke-8 tahun 2026, dilansir dari laman Kemenkes, tercatat sebanyak 10.453 kasus suspek campak, dengan 8.372 kasus terkonfirmasi dan enam kasus kematian. Selain itu, terdapat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak yang terjadi di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi.
Wilayah yang melaporkan KLB campak tersebut antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr Andi Saguni, mengatakan bahwa tren kasus campak sempat mengalami peningkatan pada Januari 2026, namun mulai menunjukkan penurunan sepanjang Februari.
“Tren kasus suspek campak meningkat pada Januari dan mulai menurun sepanjang Februari 2026. Hingga minggu ke-8 tahun ini tercatat lebih dari sepuluh ribu suspek campak. Pemerintah terus melakukan respons cepat untuk mencegah penularan yang lebih luas,” ujar Andi Saguni dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Jumat (6/3/2026).
Meski tren kasus mulai menurun, ia menegaskan masyarakat tetap harus meningkatkan kewaspadaan menjelang libur panjang Lebaran. Hal tersebut disebabkan meningkatnya mobilitas masyarakat yang berpotensi memicu kerumunan dan memperbesar risiko penularan penyakit.
“Menjelang mudik Lebaran, mobilitas masyarakat akan meningkat dan potensi kerumunan lebih besar. Karena itu masyarakat perlu tetap waspada terhadap penularan campak, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap,” tambahnya.
Sebagai langkah pengendalian, Kementerian Kesehatan mempercepat pelaksanaan program Outbreak Response Immunization (ORI) serta Catch Up Campaign atau imunisasi kejar Vaksin Campak-Rubella (MR) di wilayah terdampak maupun daerah yang berisiko tinggi.
Program tersebut dilaksanakan di 102 kabupaten/kota dengan sasaran utama anak usia 9 hingga 59 bulan selama Maret 2026. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat peningkatan cakupan imunisasi sekaligus menekan potensi penyebaran penyakit.
Pelayanan imunisasi juga diperluas melalui berbagai titik layanan agar menjangkau lebih banyak anak, seperti puskesmas, posyandu, satuan pendidikan seperti PAUD dan taman kanak-kanak, tempat ibadah, hingga pos pelayanan mudik.
“Kami mengajak para orang tua untuk segera memeriksa status imunisasi anak dan melengkapinya jika belum lengkap. Imunisasi merupakan perlindungan paling efektif untuk mencegah anak tertular campak,” kata dr Andi.
Selain mempercepat imunisasi, masyarakat juga diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Langkah tersebut antara lain dengan mencuci tangan menggunakan sabun, menerapkan etika batuk, serta menggunakan masker saat berada di kerumunan.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala campak atau sedang sakit.
“Apabila anak mengalami gejala campak atau sedang sakit, sebaiknya tidak bepergian terlebih dahulu dan segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan. Mengurangi kontak dengan orang lain juga penting untuk mencegah penularan lebih luas,” jelasnya.
Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian campak sangat bergantung pada komitmen pemerintah daerah, dukungan lintas sektor, serta partisipasi masyarakat dalam memastikan cakupan imunisasi minimal 95 persen guna membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) dan mencegah penyebaran penyakit secara luas. (R)
Jakarta (buseronline.com) Pemerintah Indonesia terus mempercepat penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Tim
Hukum & Peristiwa 2 jam lalu
Balige (buseronline.com) Bupati Toba Effendi Sintong Panangian Napitupulu menghadiri kegiatan Penanaman Bawang Putih Serentak Tahun 2026 d
Ekonomi 2 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Bupati Tapanuli Utara (Taput) Dr Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat SSi MSi menghadiri pembukaan The 12th Indone
Ekonomi 3 jam lalu
Tarutung (buseronline.com) Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian Orangutan Tapanuli
Ekonomi 3 jam lalu
Bandung (buseronline.com) Pemerintah Kota (Pemko) Bandung membuka peluang investasi di berbagai sektor melalui Investor Day 2026 yang dige
Ekonomi 4 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mendorong transformasi pelayanan publik berbasis digital guna
Hukum & Peristiwa 4 jam lalu
Bandung (buseronline.com) Pemerintah Kota (Pemko) Bandung mencatat realisasi investasi mencapai Rp6,4 triliun pada semester I 2026.adsens
Ekonomi 5 jam lalu
Ende (buseronline.com) Kepolisian Resor (Polres) Ende memberikan layanan trauma healing kepada anakanak terdampak gempa bumi di wilayah P
Kesehatan 6 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak seluruh elemen bangsa untuk melanjutkan perjuangan dalam mewujudkan
Hukum & Peristiwa 7 jam lalu
Bekasi (buseronline.com) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mendorong Gerakan Pramuka terus berperan aktif membentuk generasi muda yang
Pendidikan 8 jam lalu