Pemkab Taput Salurkan Bantuan Rp267,45 Juta kepada 32 KK Terdampak Bencana
Tarutung (buseronline.com) Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) menyerahkan bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dan bantuan Isi Hu
Regional 7 jam lalu
Semarang (buseronline.com) - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menginisiasi program Kencan Bumil (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil) sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan ibu hamil sekaligus menekan angka kematian ibu (AKI) di daerah tersebut.
Hal itu disampaikan Nawal saat menjadi narasumber dalam webinar Jupiter (Jumat Pinter) bertema “Ayo Kencan Bumil Penuh Cinta” yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah melalui Zoom Meeting, Jumat.
“Kencan Bumil ini merupakan salah satu gerakan kolaboratif, kenali dan cek kesehatan ibu hamil,” ujar Nawal dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, tren angka kematian ibu di Jawa Tengah dalam lima tahun terakhir menunjukkan penurunan yang signifikan. Pada 2021 tercatat sebanyak 1.011 kasus, kemudian menurun menjadi 485 kasus pada 2022, 438 kasus pada 2023, dan 427 kasus pada 2024. Pada 2025 angka tersebut kembali turun menjadi 337 kasus.
Meski demikian, dilansir dari laman Jatengprov, Nawal menegaskan bahwa upaya penurunan AKI harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pihaknya menghadirkan inovasi Kencan Bumil sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu hamil.
Program tersebut mencakup peningkatan pengetahuan ibu hamil, perluasan jangkauan sasaran, serta memastikan pemeriksaan kehamilan dilakukan sesuai standar medis. Selain itu, program ini juga memperkuat pendampingan berkelanjutan oleh kader dan tenaga kesehatan guna mencegah risiko kesehatan bagi ibu dan bayi sejak dini.
Dalam pelaksanaannya, program Kencan Bumil melibatkan peran aktif kader PKK, Posyandu, serta Tim Pendamping Keluarga (TPK). Setiap kader ditargetkan mendampingi satu ibu hamil mulai dari fase prahamil, masa kehamilan, proses persalinan, hingga masa nifas.
“Satu kader akan mendampingi satu ibu hamil sejak terdeteksi hingga nifas. Jadi ini proses ngopeni ibu hamil, kemudian ada kunjungan rutin kader ke rumah, plus edukasi,” kata Nawal.
Ia menambahkan, program tersebut juga menggandeng berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, organisasi profesi dan kemasyarakatan, pemerintah kabupaten/kota hingga desa/kelurahan, dunia usaha, perguruan tinggi, serta fasilitas layanan kesehatan.
Nawal menjelaskan, Kencan Bumil merupakan penyempurnaan dari program sebelumnya yakni Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng yang berfokus pada pemantauan kesehatan ibu hamil di masyarakat. Program baru ini diharapkan mampu mempercepat penurunan angka kematian ibu sekaligus menekan angka kematian bayi (AKB).
Program tersebut memiliki tiga layanan utama, yaitu penjangkauan langsung kepada ibu hamil melalui kunjungan rumah, peningkatan pengetahuan melalui edukasi kesehatan, serta pendampingan dan pemantauan kehamilan hingga proses persalinan dan pasca persalinan.
Selain itu, Kencan Bumil juga memastikan ibu hamil memperoleh akses layanan kesehatan sesuai standar, termasuk kepemilikan jaminan kesehatan seperti JKN atau BPJS serta pengurusan administrasi kependudukan bagi bayi yang baru lahir.
Program ini telah disosialisasikan secara luas di Jawa Tengah dan dijadwalkan diluncurkan secara resmi pada 31 Maret 2026. Empat daerah ditunjuk sebagai proyek percontohan (pilot project), yakni Kabupaten Sragen, Blora, Kebumen, dan Kota Pekalongan.
Ke depan, Kencan Bumil juga akan diintegrasikan dengan layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang menjadi program unggulan Gubernur Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Layanan ini menghadirkan dokter spesialis kandungan untuk memantau kesehatan ibu dan perkembangan janin secara berkala.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 12.110 ibu hamil telah memanfaatkan layanan pemeriksaan kehamilan atau Antenatal Care (ANC) melalui program Speling. Dari jumlah tersebut, 8.466 ibu menjalani kehamilan normal, sementara 3.644 lainnya tergolong berisiko tinggi dan mendapat pengawasan khusus.
Nawal menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung gerakan Kencan Bumil.
“Pada prinsipnya gerakan Kencan Bumil ini adalah bukti pemerintah hadir, negara hadir, penuh dengan keadilan, penuh dengan kepedulian, kerelawanan, dan keterpaduan,” tandasnya. (R)
Tarutung (buseronline.com) Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) menyerahkan bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dan bantuan Isi Hu
Regional 7 jam lalu
Muara (buseronline.com) Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat, SSi, MSi, resmi membuka Tapanuli Highlands Festiva
Olahraga 8 jam lalu
Semarang (buseronline.com) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus mendorong pemerintah kabupaten/kota mempercepat proses v
Ekonomi 10 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi mengangkat 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres
Regional 11 jam lalu
Medan (buseronline.com) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Influenza A menyusul ditemukannya
Kesehatan 11 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Polri melepas 140 personel Kontingen Garuda Bhayangkara Formed Police Unit (FPU) 8 MINUSCA untuk menjalankan mis
Hukum & Peristiwa 12 jam lalu
Tangerang Selatan (buseronline.com) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspres
Pendidikan 13 jam lalu
Cirebon (buseronline.com) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Muti mendorong mahasiswa untuk mempersiapkan diri
Pendidikan 13 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan pentingnya keselamatan pasien dalam setiap tahapan pelayanan kese
Kesehatan 14 jam lalu
Medan (buseronline.com) Galeri Mustika Deli yang berada di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Medan terus menunjukkan perannya sebagai pusat
Ekonomi 15 jam lalu