Prabowo: Kerja Sama Ekonomi Tetap Jadi Pilar Utama Hubungan Indonesia-Singapura
Singapura (buseronline.com) Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama h
Ekonomi 5 jam lalu
Semarang (buseronline.com) - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menginisiasi program Kencan Bumil (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil) sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan ibu hamil sekaligus menekan angka kematian ibu (AKI) di daerah tersebut.
Hal itu disampaikan Nawal saat menjadi narasumber dalam webinar Jupiter (Jumat Pinter) bertema “Ayo Kencan Bumil Penuh Cinta” yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah melalui Zoom Meeting, Jumat.
“Kencan Bumil ini merupakan salah satu gerakan kolaboratif, kenali dan cek kesehatan ibu hamil,” ujar Nawal dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, tren angka kematian ibu di Jawa Tengah dalam lima tahun terakhir menunjukkan penurunan yang signifikan. Pada 2021 tercatat sebanyak 1.011 kasus, kemudian menurun menjadi 485 kasus pada 2022, 438 kasus pada 2023, dan 427 kasus pada 2024. Pada 2025 angka tersebut kembali turun menjadi 337 kasus.
Meski demikian, dilansir dari laman Jatengprov, Nawal menegaskan bahwa upaya penurunan AKI harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pihaknya menghadirkan inovasi Kencan Bumil sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu hamil.
Program tersebut mencakup peningkatan pengetahuan ibu hamil, perluasan jangkauan sasaran, serta memastikan pemeriksaan kehamilan dilakukan sesuai standar medis. Selain itu, program ini juga memperkuat pendampingan berkelanjutan oleh kader dan tenaga kesehatan guna mencegah risiko kesehatan bagi ibu dan bayi sejak dini.
Dalam pelaksanaannya, program Kencan Bumil melibatkan peran aktif kader PKK, Posyandu, serta Tim Pendamping Keluarga (TPK). Setiap kader ditargetkan mendampingi satu ibu hamil mulai dari fase prahamil, masa kehamilan, proses persalinan, hingga masa nifas.
“Satu kader akan mendampingi satu ibu hamil sejak terdeteksi hingga nifas. Jadi ini proses ngopeni ibu hamil, kemudian ada kunjungan rutin kader ke rumah, plus edukasi,” kata Nawal.
Ia menambahkan, program tersebut juga menggandeng berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, organisasi profesi dan kemasyarakatan, pemerintah kabupaten/kota hingga desa/kelurahan, dunia usaha, perguruan tinggi, serta fasilitas layanan kesehatan.
Nawal menjelaskan, Kencan Bumil merupakan penyempurnaan dari program sebelumnya yakni Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng yang berfokus pada pemantauan kesehatan ibu hamil di masyarakat. Program baru ini diharapkan mampu mempercepat penurunan angka kematian ibu sekaligus menekan angka kematian bayi (AKB).
Program tersebut memiliki tiga layanan utama, yaitu penjangkauan langsung kepada ibu hamil melalui kunjungan rumah, peningkatan pengetahuan melalui edukasi kesehatan, serta pendampingan dan pemantauan kehamilan hingga proses persalinan dan pasca persalinan.
Selain itu, Kencan Bumil juga memastikan ibu hamil memperoleh akses layanan kesehatan sesuai standar, termasuk kepemilikan jaminan kesehatan seperti JKN atau BPJS serta pengurusan administrasi kependudukan bagi bayi yang baru lahir.
Program ini telah disosialisasikan secara luas di Jawa Tengah dan dijadwalkan diluncurkan secara resmi pada 31 Maret 2026. Empat daerah ditunjuk sebagai proyek percontohan (pilot project), yakni Kabupaten Sragen, Blora, Kebumen, dan Kota Pekalongan.
Ke depan, Kencan Bumil juga akan diintegrasikan dengan layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang menjadi program unggulan Gubernur Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Layanan ini menghadirkan dokter spesialis kandungan untuk memantau kesehatan ibu dan perkembangan janin secara berkala.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 12.110 ibu hamil telah memanfaatkan layanan pemeriksaan kehamilan atau Antenatal Care (ANC) melalui program Speling. Dari jumlah tersebut, 8.466 ibu menjalani kehamilan normal, sementara 3.644 lainnya tergolong berisiko tinggi dan mendapat pengawasan khusus.
Nawal menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung gerakan Kencan Bumil.
“Pada prinsipnya gerakan Kencan Bumil ini adalah bukti pemerintah hadir, negara hadir, penuh dengan keadilan, penuh dengan kepedulian, kerelawanan, dan keterpaduan,” tandasnya. (R)
Singapura (buseronline.com) Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama h
Ekonomi 5 jam lalu
Siborongborong (buseronline.com) Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menegaskan pentingnya komitmen seluruh insan pe
Pendidikan 7 jam lalu
Tarutung (buseronline.com) &ndash Bupati Tapanuli Utara (Taput) Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat, mengusulkan agar kawasan Hunian Sementa
Hukum & Peristiwa 8 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan tahunan Leaders&039 Retreat dengan Perdana Menteri
Ekonomi 8 jam lalu
Banyumas (buseronline.com) Pendidikan agama memiliki peran penting dalam menciptakan masyarakat yang tenteram sekaligus mendukung pembangu
Pendidikan 9 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat kebijakan berbasis data dalam upaya
Pendidikan 9 jam lalu
Banyumas (buseronline.com) Ratusan warga memanfaatkan layanan kesehatan gratis dalam Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) Pemerinta
Kesehatan 10 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 men
Ekonomi 12 jam lalu
Pangkalpinang (buseronline.com) Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan pemerintah membawa perubahan nyata bagi SMP Negeri
Pendidikan 12 jam lalu
Makassar (buseronline.com) Densus 88 Antiteror Polri melalui Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sulawesi Selatan menggelar kampanye pencegah
Hukum & Peristiwa 13 jam lalu