Bogor (buseronline.com) - RSUD Bakti Pajajaran resmi menghadirkan layanan Cardio Cerebro Vaskular Center (CCVC) dan Oncology Center (OC) yang diresmikan langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Rabu. Peresmian ini menandai transformasi rumah sakit daerah menjadi pusat layanan kesehatan modern dan terintegrasi.
Dalam sambutannya, dilansir dari laman Jabarprov, Bupati Bogor mengapresiasi pembukaan sejumlah layanan baru di RSUD Bakti Pajajaran, termasuk layanan penanganan stroke Inovasi Force Stroke (Code Stroke) dengan metode Digital Substraction Angiography (DSA), Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS), pelayanan jantung anak, dan kemoterapi.
Bupati Rudy menekankan, transformasi rumah sakit ini menunjukkan bahwa Kabupaten Bogor mampu mengikuti perkembangan dunia medis nasional. Ia menyoroti layanan DSA yang populer melalui Terawan Agus Putranto, yang saat ini hanya tersedia di sekitar enam rumah sakit di Indonesia.
Baca Juga:
“Jika di sejumlah rumah sakit biaya satu kali tindakan dapat mencapai Rp60–70 juta, di RSUD Bakti Pajajaran layanan ini sudah dapat diakses menggunakan BPJS Kesehatan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemkab Bogor dalam menerapkan Universal Health Coverage (UHC) 100 persen, dengan alokasi hampir satu triliun rupiah per tahun dari APBD untuk menjamin kesehatan masyarakat melalui BPJS Kesehatan.
Baca Juga:
Layanan DSA sebelumnya hanya tersedia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto dan Rumah Sakit Pusat Pertamina. Kini, Kabupaten Bogor memiliki layanan setara tanpa harus meninggalkan daerahnya.
Direktur RSUD Bakti Pajajaran, Yukie Meistisia A Santoso, menjelaskan layanan Code Stroke merupakan inovasi penting mengingat stroke menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di Indonesia.
“Melalui layanan Code Stroke, kami menargetkan waktu penanganan maksimal 60 menit sejak pasien tiba di IGD hingga mendapat tindakan. Dengan dukungan alat DSA, diagnosis pembuluh darah otak dapat dilakukan secara presisi dan tindakan trombektomi maupun intervensi vaskular bisa dilaksanakan cepat dan tepat,” jelasnya.
Yukie menambahkan, layanan ini merupakan yang pertama di Bogor Raya dan diperkuat oleh dr Haris, Spesialis Neurologi Konsultan Vaskular Intervensi, sebagai motor penggerak layanan.
Ia menegaskan, RSUD ingin membangun sistem layanan cepat, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan pasien, sehingga masyarakat Kabupaten Bogor memperoleh layanan setara rumah sakit besar di Jakarta.
Selain penanganan stroke, fasilitas DSA juga digunakan untuk intervensi jantung anak dan dewasa, termasuk penyakit jantung bawaan dan jantung koroner. RSUD tengah menangani lima pasien jantung bawaan dari Yayasan Jantung Indonesia Cabang Kabupaten Bogor, dua di antaranya telah menjalani tindakan di RS Jantung Harapan Kita.
Pada kesempatan yang sama, RSUD meresmikan UTDRS yang siap bersinergi dengan PMI Kabupaten Bogor. Ke depan, layanan aferesis untuk kebutuhan hematologi-onkologi seperti talasemia dan hemofilia akan dikembangkan.
RSUD juga memulai pengembangan Oncology Center dengan layanan kemoterapi, imunoterapi, serta riset berbasis pelayanan, termasuk pengembangan stem cell.
RSUD Bakti Pajajaran sebelumnya telah membangun Zona Integritas dan meraih predikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi), dengan komitmen melanjutkan pembangunan menuju WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani).
Dengan berbagai pengembangan tersebut, RSUD Bakti Pajajaran menegaskan komitmennya menjadi pusat layanan kesehatan unggulan, modern, terintegrasi, dan dapat diakses seluruh masyarakat Kabupaten Bogor. (R)
beritaTerkait
komentar