Salatiga (buseronline.com) - Pemerintah Kota Salatiga bergerak cepat menindaklanjuti aduan masyarakat terkait kualitas makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, bersama jajaran terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni SPPG Kecandran Yayasan Cipta Pangan Sejahtera dan SPPG Kalibening Yayasan Garda Wirasana Merah Putih, Senin. Selain itu, rombongan juga mengunjungi SD Negeri 5 Dukuh yang sempat viral akibat video keluhan kualitas makanan MBG.
Dalam sidak tersebut, dilansir dari laman Jatengprov, Robby menegaskan tidak ada toleransi terhadap penyedia makanan yang tidak memenuhi standar, baik dari sisi gizi, porsi, kebersihan, maupun kelayakan konsumsi.
“Porsi harus sesuai, kualitas harus sesuai. Tidak boleh ada yang dikurangi. Anggaran sudah jelas, Rp10.000 per porsi untuk siswa besar, dan Rp8.000 untuk siswa kecil. Itu harus benar-benar sampai ke penerima,” tegasnya.
Ia menekankan, jumlah produksi yang mencapai ribuan porsi tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan pengawasan mutu.
“Kita tahu 3.000 porsi itu banyak. Tapi tidak ada alasan sampai ada makanan yang lolos dalam kondisi basi, busuk, atau tidak layak. Itu tanggung jawab penuh penyedia,” ujarnya.
Selain menegur penyedia, wali kota juga meminta pihak sekolah melakukan pengecekan awal sebelum makanan dibagikan kepada siswa. Ia menyarankan penggunaan segel pada tray makanan guna menjaga higienitas serta mencegah potensi kontaminasi selama proses distribusi.
Sebelumnya, Ketua Satgas MBG Kota Salatiga yang juga Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, telah memberikan teguran tegas kepada seluruh SPPG di Kota Salatiga menyusul beredarnya video viral yang menampilkan makanan dinilai kurang sesuai ketentuan.
Teguran tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) di Ruang Kaloka Setda Kota Salatiga pada hari yang sama, yang dihadiri seluruh SPPG beserta mitra dan yayasan terkait.
“Kami ingatkan, bila peringatan ini tidak diindahkan, saya selaku Ketua Satgas tidak segan-segan untuk menghadap ke BGN. Karena di sini bagi saya keselamatan anak-anak adalah prioritas,” tegas Nina.
Ia juga menekankan pentingnya kebersihan dapur dan kesterilan proses produksi sebagai syarat mutlak. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan setiap tahun, dan apabila dapur tidak memenuhi standar petunjuk teknis serta tidak melakukan perbaikan, kontrak dapat diputus secara sepihak.
Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkot Salatiga tidak main-main dalam menjaga mutu Program Makan Bergizi Gratis. Program yang menyasar ribuan siswa tersebut diharapkan benar-benar memberikan manfaat optimal bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak, sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda. (R)
beritaTerkait
komentar