Minggu, 04 Oktober 2026

Kemenkes Tegaskan Imunisasi Penting untuk Cegah Campak dan Tutup Kantong Rentan

Minggu, 01 Maret 2026 11:18 WIB
Kemenkes Tegaskan Imunisasi Penting untuk Cegah Campak dan Tutup Kantong Rentan
Ilustrasi Pemberian Imunisasi MR.

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan bahwa imunisasi campak-rubella (MR) merupakan langkah paling efektif dalam mencegah penularan campak, terutama dengan memastikan cakupan imunisasi merata hingga ke seluruh wilayah.


Penegasan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Kamis (26/2/2026). Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Plt Dirjen P2), Andi Saguni, menyampaikan bahwa pemerintah terus meningkatkan capaian imunisasi nasional guna melindungi masyarakat dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi tersebut.


“Pencegahan campak sangat bergantung pada imunisasi yang lengkap dan merata. Ketika cakupan tinggi dan tidak ada wilayah yang tertinggal, rantai penularan bisa dihentikan,” tegas dr Andi.


Ia menjelaskan, Kemenkes melakukan berbagai strategi penguatan, mulai dari imunisasi rutin, imunisasi kejar bagi anak yang belum lengkap status vaksinasinya, hingga pelaksanaan imunisasi tambahan di wilayah dengan cakupan rendah.


Menurutnya, dilansir dari laman Kemenkes, pendekatan tersebut penting untuk menutup kesenjangan layanan imunisasi yang masih terjadi di sejumlah daerah. Pemerintah juga melakukan pemantauan dan evaluasi berkala untuk memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang terlewat dari program imunisasi.


Sementara itu, Konsultan Penyakit Infeksi dan Tropik Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, Mulya Rahma Karyanti, menekankan pentingnya analisis data imunisasi hingga ke tingkat desa.


“Secara nasional capaian imunisasi MR sudah melampaui target, tetapi kasus campak masih bisa terjadi jika ada desa atau wilayah tertentu yang cakupannya rendah. Kantong-kantong inilah yang harus menjadi fokus pencegahan,” jelas dr Mulya.


Ia menambahkan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular, sehingga keberadaan wilayah dengan cakupan imunisasi rendah dapat menjadi sumber penyebaran kasus ke daerah lain.


Selain memperkuat imunisasi, pemerintah juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat serta meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala campak, seperti demam tinggi, ruam kemerahan, batuk, pilek, dan mata merah.


Kemenkes berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat mempercepat penutupan kantong-kantong rentan, sehingga target eliminasi campak dapat tercapai secara optimal. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pemkab Taput Salurkan Bantuan Rp267,45 Juta kepada 32 KK Terdampak Bencana
Bupati Taput Buka Tapanuli Highlands Festival 2026, Ikut Renang 1,2 Kilometer di Danau Toba
Pemprov Jateng Percepat Verifikasi 4.230 Gerai Koperasi Merah Putih
Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres, Pratikno: Kami Berikan Pertimbangan kepada Presiden
Dinkes Medan Waspadai Penyebaran Influenza A, 15 Kasus Tercatat hingga September 2026
Polri Lepas 140 Personel FPU 8 MINUSCA untuk Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah
komentar
beritaTerbaru