Senin, 06 April 2026

Kemenkes Tegaskan Imunisasi Penting untuk Cegah Campak dan Tutup Kantong Rentan

EM Bukit MKes - Minggu, 01 Maret 2026 11:18 WIB
Kemenkes Tegaskan Imunisasi Penting untuk Cegah Campak dan Tutup Kantong Rentan
Ilustrasi Pemberian Imunisasi MR.

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan bahwa imunisasi campak-rubella (MR) merupakan langkah paling efektif dalam mencegah penularan campak, terutama dengan memastikan cakupan imunisasi merata hingga ke seluruh wilayah.


Penegasan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Kamis (26/2/2026). Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Plt Dirjen P2), Andi Saguni, menyampaikan bahwa pemerintah terus meningkatkan capaian imunisasi nasional guna melindungi masyarakat dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi tersebut.


“Pencegahan campak sangat bergantung pada imunisasi yang lengkap dan merata. Ketika cakupan tinggi dan tidak ada wilayah yang tertinggal, rantai penularan bisa dihentikan,” tegas dr Andi.

Baca Juga:

Ia menjelaskan, Kemenkes melakukan berbagai strategi penguatan, mulai dari imunisasi rutin, imunisasi kejar bagi anak yang belum lengkap status vaksinasinya, hingga pelaksanaan imunisasi tambahan di wilayah dengan cakupan rendah.


Menurutnya, dilansir dari laman Kemenkes, pendekatan tersebut penting untuk menutup kesenjangan layanan imunisasi yang masih terjadi di sejumlah daerah. Pemerintah juga melakukan pemantauan dan evaluasi berkala untuk memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang terlewat dari program imunisasi.

Baca Juga:

Sementara itu, Konsultan Penyakit Infeksi dan Tropik Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, Mulya Rahma Karyanti, menekankan pentingnya analisis data imunisasi hingga ke tingkat desa.


“Secara nasional capaian imunisasi MR sudah melampaui target, tetapi kasus campak masih bisa terjadi jika ada desa atau wilayah tertentu yang cakupannya rendah. Kantong-kantong inilah yang harus menjadi fokus pencegahan,” jelas dr Mulya.


Ia menambahkan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular, sehingga keberadaan wilayah dengan cakupan imunisasi rendah dapat menjadi sumber penyebaran kasus ke daerah lain.


Selain memperkuat imunisasi, pemerintah juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat serta meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala campak, seperti demam tinggi, ruam kemerahan, batuk, pilek, dan mata merah.


Kemenkes berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat mempercepat penutupan kantong-kantong rentan, sehingga target eliminasi campak dapat tercapai secara optimal. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar