Aceh Tamiang (buseronline.com) - Kebutuhan air bersih masih menjadi persoalan mendesak bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang.
Hingga memasuki bulan suci Ramadan, Palang Merah Indonesia (PMI) terus memproduksi dan mendistribusikan air bersih guna membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebanyak 120.000 liter air bersih telah disalurkan ke 12 kecamatan terdampak. Produksi dan distribusi dilakukan setiap hari, termasuk selama Ramadan, untuk memastikan warga tetap mendapatkan akses air layak konsumsi.
Banjir bandang yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu menyebabkan banyak sumur warga tercemar lumpur dan limbah. Akibatnya, akses terhadap air bersih menjadi sangat terbatas, sementara kebutuhan air meningkat, terutama untuk keperluan ibadah puasa seperti memasak, minum, dan berwudu.
Koordinator Tim Air dan Sanitasi PMI Aceh Tamiang, Muslim M Aji, menegaskan komitmen pihaknya dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa pemulihan.
“Saat ini sudah memasuki ibadah puasa, tentunya kebutuhan air bersih sangat tinggi. Kami memastikan produksi dan distribusi tetap berjalan seperti hari biasa agar warga dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka,” ujarnya.
Bantuan tersebut dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Siti Nurhaliza, warga Kecamatan Rantau, mengaku distribusi air bersih sangat membantu keluarganya setelah sumur mereka rusak dan tercemar pascabanjir.
“Setelah banjir, sumur kami tidak bisa dipakai karena tercemar. Dengan adanya air bersih yang didistribusikan setiap hari, kami bisa memenuhi kebutuhan minum dan memasak selama Ramadan ini,” katanya.
Hal serupa disampaikan Ahmad Fauzi yang berharap distribusi air bersih terus berlanjut hingga sarana air di Aceh Tamiang benar-benar pulih.
“Semoga bantuan air bersih ini terus berlanjut sampai kondisi benar-benar pulih,” ujarnya.
Dilansir dari laman PMI, air bersih tersebut diproduksi menggunakan instalasi pengolahan air atau water treatment plant (WTP) yang ditempatkan di sejumlah titik strategis. Setelah melalui proses penyaringan dan sterilisasi, air didistribusikan menggunakan mobil tangki ke lokasi pengungsian dan permukiman warga di 12 kecamatan terdampak.
Selain menyalurkan bantuan, PMI juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan serta menggunakan air secara bijak selama masa pemulihan pascabencana.
Upaya ini diharapkan dapat membantu warga menjalani Ramadan dengan lebih tenang di tengah proses pemulihan akibat bencana yang masih berlangsung. (R)
beritaTerkait
komentar