Senin, 06 April 2026

Cek Sampel Makanan, Pemkab Rembang Jaga Keamanan Pangan di Kampung Ramadan 2026

EM Bukit MKes - Selasa, 24 Februari 2026 11:18 WIB
Cek Sampel Makanan, Pemkab Rembang Jaga Keamanan Pangan di Kampung Ramadan 2026
Petugas Dindagkop UKM dan Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang melakukan uji sampel makanan di Kampung Ramadan 2026, Rembang, Jumat (20/2/2026). (Dok/Jatengprov)

Rembang (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan melakukan pengecekan keamanan pangan di Kampung Ramadan 2026, Jumat.


Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh makanan dan minuman yang dijual aman dikonsumsi masyarakat.


Kepala Dindagkop Kabupaten Rembang, M Mahfudz, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif. Tim mengambil sampel makanan dari berbagai stan, terutama yang menyediakan olahan dan takjil, untuk diuji kandungan zat dan aspek higienitas.

Baca Juga:

“Hari ini, kami dari tim Indagkop dan DKK dibantu teman-teman Puskesmas memantau langsung kondisi keamanan pangan di Kampung Ramadan, terutama di spot-spot yang menyediakan makanan olahan,” ujarnya.


Pemeriksaan mencakup uji bahan pengawet, pewarna, serta aspek sanitasi dan higienitas. Sejumlah makanan yang diuji meliputi usus ayam, bubur, sop, tahu, mutiara, dan berbagai makanan olahan lainnya. Seluruh sampel diperiksa langsung di lokasi untuk memastikan hasil cepat dan akurat.

Baca Juga:

“Alhamdulillah, hasilnya memenuhi syarat kesehatan. Dari parameter yang ingin kami capai, semuanya negatif. Tidak ditemukan bahan atau zat berbahaya maupun pengawet yang dilarang,” tambah Mahfudz.


Meski hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi aman, dilansir dari laman Jatengprov, pengawasan akan terus dilakukan secara berkala. Langkah ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pelaku UMKM agar tetap menerapkan standar keamanan pangan.


“Kalau ditemukan bahan yang berbahaya, akan kami telusuri bahan dasarnya dan dilakukan pembinaan. Kami ingin pelaku UMKM memahami, bahwa aspek kesehatan ini sangat penting. Jangan sampai makanan yang dijual justru membahayakan konsumen,” tegasnya.


Dengan pengawasan rutin dan pembinaan berkelanjutan, Kampung Ramadan 2026 diharapkan tidak hanya menjadi pusat kuliner dan penggerak ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi contoh penerapan standar keamanan pangan yang baik dan bertanggung jawab.


Mahfudz juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam memilih makanan serta tidak ragu melaporkan jika menemukan produk yang tidak memenuhi standar kesehatan. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
Kredensialing: Strategi Utama Hadirkan Layanan JKN Berkualitas
Pemko Medan Tingkatkan Layanan dan Fasilitas RSUD Dr Pirngadi di Hari Ginjal Sedunia
Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan Diperkuat Jejaring Lintas K/L
Kemendikdasmen Jadi Finalis Top Inovasi Kementerian PAN-RB Lewat Inovasi Verifikasi Data ATS
komentar