Rembang (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan melakukan pengecekan keamanan pangan di Kampung Ramadan 2026, Jumat.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh makanan dan minuman yang dijual aman dikonsumsi masyarakat.
Kepala Dindagkop Kabupaten Rembang, M Mahfudz, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif. Tim mengambil sampel makanan dari berbagai stan, terutama yang menyediakan olahan dan takjil, untuk diuji kandungan zat dan aspek higienitas.
Baca Juga:
“Hari ini, kami dari tim Indagkop dan DKK dibantu teman-teman Puskesmas memantau langsung kondisi keamanan pangan di Kampung Ramadan, terutama di spot-spot yang menyediakan makanan olahan,” ujarnya.
Pemeriksaan mencakup uji bahan pengawet, pewarna, serta aspek sanitasi dan higienitas. Sejumlah makanan yang diuji meliputi usus ayam, bubur, sop, tahu, mutiara, dan berbagai makanan olahan lainnya. Seluruh sampel diperiksa langsung di lokasi untuk memastikan hasil cepat dan akurat.
Baca Juga:
“Alhamdulillah, hasilnya memenuhi syarat kesehatan. Dari parameter yang ingin kami capai, semuanya negatif. Tidak ditemukan bahan atau zat berbahaya maupun pengawet yang dilarang,” tambah Mahfudz.
Meski hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi aman, dilansir dari laman Jatengprov, pengawasan akan terus dilakukan secara berkala. Langkah ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pelaku UMKM agar tetap menerapkan standar keamanan pangan.
“Kalau ditemukan bahan yang berbahaya, akan kami telusuri bahan dasarnya dan dilakukan pembinaan. Kami ingin pelaku UMKM memahami, bahwa aspek kesehatan ini sangat penting. Jangan sampai makanan yang dijual justru membahayakan konsumen,” tegasnya.
Dengan pengawasan rutin dan pembinaan berkelanjutan, Kampung Ramadan 2026 diharapkan tidak hanya menjadi pusat kuliner dan penggerak ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi contoh penerapan standar keamanan pangan yang baik dan bertanggung jawab.
Mahfudz juga mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam memilih makanan serta tidak ragu melaporkan jika menemukan produk yang tidak memenuhi standar kesehatan. (R)
beritaTerkait
komentar