Rabu, 10 Juni 2026

Capai Lebih dari 60 Juta Penerima, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Makan Bergizi Gratis

Senin, 16 Februari 2026 10:50 WIB
Capai Lebih dari 60 Juta Penerima, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Makan Bergizi Gratis
Presiden Prabowo Subianto meresmikan 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta groundbreaking 107 SPPG Polri di SPPG Polri Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Jakarta (buseronline.com) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Hal ini disampaikan dalam peresmian 1.072 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri, serta groundbreaking 107 SPPG Polri di SPPG Polri Palmerah, Jumat.

Presiden Prabowo menjelaskan bahwa program MBG merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat yang rentan ekonomi dan telah menjadi praktik umum di berbagai negara maju.

“Program semacam ini sesungguhnya bukan pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Sudah puluhan negara lain melaksanakan. Dan negara-negara yang maju, negara-negara yang demokratis, pasti punya program makan bergizi gratis untuk rakyatnya,” ujar Presiden Prabowo.

Kepala Negara menekankan bahwa program ini mungkin tidak terlihat urgensinya bagi kelompok masyarakat yang berkecukupan, tetapi sangat vital bagi rakyat yang rentan secara ekonomi. Ia mengakui bahwa sejak awal peluncurannya, MBG menghadapi kritik dan penolakan, namun tetap berada di jalur yang benar.

“Tapi saya yakin, waktu itu saya berada di atas jalan yang benar. Saya yakin bahwa tujuan kita benar dan baik,” ungkap Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menjelaskan latar belakang program MBG, terutama terkait masalah stunting yang pernah mencapai 25 persen dari total anak Indonesia. Menurutnya, persoalan ini tidak dapat diselesaikan hanya melalui teori atau wacana, melainkan melalui intervensi langsung pemerintah kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, dan keluarga yang membutuhkan.

Terkait pembiayaan, Presiden menegaskan program MBG didukung melalui efisiensi dan penghematan anggaran negara, sehingga defisit APBN tetap terkendali.

“APBN kita tidak keluar dari parameter yang kita tetapkan. Defisit kita masih di bawah batas yang kita tetapkan sendiri, yaitu 3 persen dari PDB. Dan saya bertekad kita akan berusaha sekeras mungkin untuk menguranginya,” jelas Presiden Prabowo.

Presiden juga menyoroti capaian signifikan program MBG, yang kini telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat. Program ini didukung oleh lebih dari 22 ribu SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Jumlah ini kira-kira setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan tiap hari. Atau sama dengan 10 kali Singapura, tiap hari. Atau dua kali Malaysia, tiap hari,” jelas Presiden.

Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bersifat kebijakan sosial, tetapi juga merupakan strategi transformasi nasional untuk menciptakan generasi sehat, memperkuat produktivitas ekonomi, serta mempercepat langkah menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan capaian yang luas dan komitmen keberlanjutan, MBG diharapkan menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia yang kuat bagi Indonesia di masa depan. (DKI1)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Peluang Investasi Strategis kepada Investor Malaysia
Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG pada 2026
Pemkab Taput Perkuat Layanan Kesehatan hingga Daerah Terpencil, Sinergi dengan BPJS Kesehatan Ditingkatkan
Timnas Indonesia Tundukkan Mozambik 1-0, Gol Ole Romeny Jadi Pembeda
Bunda PAUD Jateng Ajak Orang Tua Perhatikan Kesehatan Mental Anak di Era Digital
Pasar Kreatif Bandung 2026 Libatkan 339 UMKM, Perkuat Wisata Belanja dan Ekonomi Kreatif
komentar
beritaTerbaru