Banyumas (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menghadirkan layanan psikolog bagi pelajar melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling), yang digelar di Rumah Rakyat, Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Banyumas, Sabtu.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, turun langsung meninjau kegiatan untuk memastikan program berjalan lancar dan efektif.
Program Speling merupakan hasil kolaborasi antara RSJD dr Amino Gondohutomo dan RSUD Prof Dr Margono Soekarjo, yang bertujuan membawa layanan dokter spesialis, termasuk psikolog, lebih dekat ke masyarakat secara gratis.
Dilansir dari laman Jatengprov, Gus Yasin menekankan bahwa layanan ini merupakan turunan dari amanat Asta Cita Presiden untuk menghadirkan pelayanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat.
Khusus di Jawa Tengah, layanan diperluas dengan menghadirkan dokter spesialis agar penyakit berisiko bisa dideteksi dan ditangani lebih cepat.
“Saya berterima kasih kepada rumah sakit milik Pemprov Jateng yang telah menghadirkan dokter spesialis lebih dekat ke masyarakat. Ini penting agar deteksi dini penyakit berbahaya bisa dilakukan,” ujar Gus Yasin.
Wakil Gubernur juga menyoroti peran psikolog yang kini sangat dibutuhkan oleh pelajar. Menurutnya, beban mental anak muda zaman sekarang memerlukan pendekatan tepat agar tidak menimbulkan risiko fatal.
“Periksa ke psikolog itu bukan berarti ada gangguan jiwa, tetapi mencari solusi. Kita tidak ingin ada gangguan kejiwaan yang berujung pada risiko bunuh diri atau kekerasan. Pendampingan ini sangat krusial,” tegasnya.
Antusiasme siswa terhadap layanan psikolog gratis terlihat jelas. Siswi SMA Negeri 2 Purwokerto, Seli Mei Saputri (16), datang bersama rombongan sekolah untuk berkonsultasi terkait kegelisahan akademik.
“Tadi didampingi psikolog, rasanya lega sekali. Saya diminta untuk terus berpikiran positif dan menjalani hari dengan afirmasi yang baik,” ujar Seli dengan senyum sumringah.
Rekan satu sekolahnya, Feni Anindya (17), juga merasakan manfaat besar. Feni mengaku berkonsultasi dengan psikolog membantunya menemukan arah terkait pilihan jurusan kuliah yang selama ini membingungkan.
“Jujur, saya sempat bingung menentukan jurusan kuliah. Tapi setelah ngobrol dengan psikolog, alhamdulillah sekarang sudah ada gambaran dan arahan jelas. Ini pertama kalinya saya ikut, dan saya berharap program seperti ini bisa terus ada ke depannya,” kata Feni.
Program Speling dengan layanan psikolog gratis ini diharapkan dapat menjadi ruang curhat dan pendampingan yang aman bagi pelajar, sekaligus membantu mereka mengelola kesehatan mental dan mempersiapkan masa depan secara lebih matang. (R)
beritaTerkait
komentar