Kamis, 04 Juni 2026

Paparkan Praktik Baik Kawasan Tanpa Rokok, Wali Kota Salatiga Hadiri APCAT Summit

Jumat, 30 Januari 2026 11:18 WIB
Paparkan Praktik Baik Kawasan Tanpa Rokok, Wali Kota Salatiga Hadiri APCAT Summit
Wali Kota Salatiga Robby Hernawan (tengah) menyampaikan paparan praktik baik implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Kota Salatiga pada sesi dialog 8th APCAT Summit bertema Leadership Focused: Health and Economic Impacts of Tobacco Control yang digelar di
Jakarta (buseronline.com) - Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, memaparkan praktik baik implementasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Kota Salatiga dalam forum internasional Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development (APCAT) Summit ke-8 bertema “Together We Bring Health Solutions”. Kegiatan tersebut berlangsung di JW Marriott Hotel, Jakarta, Senin.

Dalam forum bergengsi tingkat Asia Pasifik itu, Wali Kota Salatiga hadir didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, Prasit Al Hakim. Turut hadir Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, para wali kota dari berbagai daerah di Indonesia, akademisi, serta profesional kesehatan masyarakat dari 12 negara di kawasan Asia Pasifik.

APCAT Summit menjadi wadah strategis bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kepemimpinan dan komitmen dalam pengendalian tembakau, sekaligus mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui kebijakan berbasis kolaborasi lintas sektor.

Pada sesi dialog, dilansir dari laman Jatengprov, Robby Hernawan memaparkan bahwa Kota Salatiga telah memperkuat kebijakan KTR secara berkelanjutan dengan dukungan regulasi yang komprehensif. Kebijakan tersebut berlandaskan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok, yang kemudian diperkuat melalui peraturan wali kota, pembentukan penanggung jawab di setiap kawasan, serta Tim Satuan Tugas KTR.

Selain itu, pengawasan pelaksanaan KTR dilakukan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan inovasi digital melalui e-Monev Dashboard KTR guna memastikan kepatuhan di seluruh kawasan yang telah ditetapkan.

Tidak hanya mengandalkan regulasi, Pemerintah Kota Salatiga juga mengembangkan berbagai inovasi pengendalian tembakau. Di antaranya adalah program Ratakok (Rapat Tanpa Asap Rokok) dan Gen-STAR (Generasi Sehat Tanpa Asap Rokok), yang menyasar kelompok rentan seperti anak-anak, remaja, ibu hamil, serta masyarakat perokok pasif.

Menurut Robby, keberhasilan implementasi KTR tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor yang melibatkan perangkat daerah, pemangku kepentingan, akademisi, dunia pendidikan, serta partisipasi aktif masyarakat.

“Pengendalian rokok harus dimulai dari payung hukum yang kuat dan kolaborasi seluruh elemen. Melalui program Ratakok dan Gen-STAR, kami berupaya melindungi anak-anak, remaja, serta ibu hamil dari dampak buruk rokok, sekaligus menciptakan lingkungan Kota Salatiga yang lebih sehat,” ujar Robby Hernawan di hadapan peserta forum.

Ia menambahkan, keikutsertaan Kota Salatiga dalam APCAT Summit ke-8 merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat kebijakan pengendalian tembakau serta berperan aktif dalam jejaring kota sehat di tingkat regional maupun internasional.

“Forum ini menjadi ruang berbagi praktik baik sekaligus memperkuat kerja sama antarkota dalam mewujudkan pembangunan kesehatan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
39 Pasien Jalani Operasi Bibir Sumbing Gratis di Kabupaten Tegal
Polri Bongkar Penipuan Haji Non-Prosedural, 550 Calon Jemaah Rugi Rp21,7 Miliar
150 Siswa Jawa Barat Lulus Pendidikan Karakter Pancawaluya Angkatan VIII
Neraca Perdagangan Jawa Barat Surplus USD 8,90 Miliar pada Januari-April 2026
Wabup Taput Dorong Pemerataan Kualitas Pendidikan Melalui Penataan GTK
IDAI Sumut Jadi Tuan Rumah Hari Anak Nasional 2026, Bobby Nasution Siap Beri Dukungan Penuh
komentar
beritaTerbaru