Jumat, 01 Mei 2026

Pekalongan Siaga Banjir: Lokasi Pengungsian Disiapkan dan Sasaran MBG Dialihkan

Selasa, 20 Januari 2026 11:14 WIB
Pekalongan Siaga Banjir: Lokasi Pengungsian Disiapkan dan Sasaran MBG Dialihkan
Warga terdampak banjir beristirahat di Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat yang dijadikan lokasi pengungsian sementara, Kota Pekalongan, Sabtu (17/1/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Pekalongan (buseronline.com) - Pemerintah Kota Pekalongan terus melakukan berbagai langkah darurat untuk menangani kebutuhan utama warga terdampak banjir, khususnya di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat dan sebagian Kecamatan Pekalongan Timur.

Upaya tersebut difokuskan pada penyediaan lokasi pengungsian yang layak, pemenuhan kebutuhan dasar, serta penyaluran bantuan makanan bergizi bagi para pengungsi.

Dilansir dari laman Diskominfo Jateng, Sekretaris Daerah Kota Pekalongan, Nur Priyantomo, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memberikan penanganan maksimal bagi masyarakat terdampak banjir. Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung lokasi pengungsian di Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, Sabtu.

“Pemerintah Kota Pekalongan terus berupaya memastikan warga terdampak mendapatkan perlindungan yang layak melalui penyediaan lokasi pengungsian serta pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, selimut, layanan kesehatan, dan kebutuhan lainnya,” ujar Nur Priyantomo.

Ia menjelaskan, penanganan banjir dilakukan secara terpadu melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Kesehatan, hingga aparatur kewilayahan.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan, terutama bagi warga yang berada di daerah rawan banjir,” tambahnya.

Nur Priyantomo menambahkan, pemerintah daerah terus memantau perkembangan kondisi banjir di lapangan dan memastikan seluruh warga terdampak memperoleh pelayanan yang optimal selama masa tanggap darurat.

Sementara itu, Camat Pekalongan Barat, M Natsir, mengungkapkan bahwa jumlah pengungsi di wilayahnya terus meningkat seiring meluasnya genangan air. Ia mengakui kapasitas Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat sebagai lokasi pengungsian mulai terbatas.

“Untuk kapasitas aula sekitar 200 orang. Karena sudah overload, akhirnya kami juga menggunakan selasar dan area parkir. Memang kurang, sehingga kami sudah menyiapkan penambahan lokasi pengungsian,” jelasnya.

Menurut Natsir, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan Kelurahan Pasir Kraton Kramat untuk membuka lokasi pengungsian tambahan di eks Kantor Kelurahan Kraton Kidul, Jalan Veteran. Selain itu, Aula Kelurahan Pringrejo juga disiapkan sebagai alternatif penampungan jika jumlah pengungsi terus bertambah.

“Nanti ketika sudah overload, para pengungsi akan kami arahkan dan kami bantu mobilisasinya ke dua lokasi tersebut,” katanya.

Salah seorang pengungsi, Tatik Anisa, warga Pekalongan Barat, menuturkan bahwa air mulai masuk ke rumahnya sejak Jumat malam (16/1/2025). Ketinggian air di dalam rumahnya mencapai sekitar 70 sentimeter, sehingga ia bersama keluarga terpaksa mengungsi.

“Saya mengungsi ke sini sekitar pukul 01.30 WIB atau setengah dua malam. Mengungsi bersama keluarga ada tiga orang,” ungkapnya.

Selain penyediaan pengungsian, penanganan banjir juga didukung oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pringrejo 2 melalui penyaluran ratusan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi warga terdampak banjir, khususnya para pengungsi. Penyaluran MBG ini dilakukan menyusul adanya kebijakan peliburan sekolah secara mendadak.

Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Pringrejo 2 Program MBG, Dito, menjelaskan bahwa pengalihan sasaran MBG kepada korban banjir merupakan langkah cepat untuk memastikan makanan bergizi tetap tersalurkan dan tidak terbuang.

“Kita data dulu jumlah kebutuhannya, lalu kami koordinasikan dengan Pak Camat dan Danramil. Persiapan ini memang sudah kami lakukan sejak awal, sehingga ketika ada kejadian tidak terduga seperti banjir, bisa segera ditindaklanjuti,” jelasnya.

Pada tahap awal, SPPG Pringrejo 2 menyalurkan sebanyak 300 paket MBG ke dua lokasi pengungsian, masing-masing 150 paket untuk pengungsi di Kecamatan Pekalongan Barat dan 150 paket lainnya untuk pengungsi di lokasi terdampak banjir lainnya. Ke depan, jumlah bantuan MBG masih berpotensi ditambah sesuai dengan perkembangan situasi dan jumlah warga yang mengungsi.

Setiap paket MBG yang disalurkan berisi makanan dengan komposisi gizi seimbang, dilengkapi buah-buahan sebagai sumber vitamin dan serat.

“Nutrisinya sama semua, sesuai dengan ketentuan dan anjuran yang berlaku,” tegas Dito.

Pemerintah Kota Pekalongan berharap, melalui berbagai langkah cepat dan terkoordinasi ini, kebutuhan dasar warga terdampak banjir dapat terpenuhi dengan baik, sekaligus mempercepat proses pemulihan kondisi sosial dan kesehatan masyarakat pascabencana. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Transformasi Posyandu Jateng Diperluas ke Enam Bidang SPM
Selamatan Giling PG Mojo Sragen Resmi Dibuka, Target Produksi 2026 Meningkat
Polri Serahkan Penghargaan IKPA Terbaik kepada Tiga Polda pada Rakernis 2026
Pemerintah Percepat Eliminasi TB di Papua Lewat Deteksi Dini dan Kolaborasi Lintas Sektor
Pemerintah Perkuat Intervensi Kesehatan di Tanah Papua, Fokus Tekan Penyakit Menular
Ditpamobvit Baharkam Polri Gelar Bimtek Pamwaster 2026, Perkuat Standar Pengamanan Objek Vital Nasional
komentar
beritaTerbaru