Aceh Tamiang (buseronline.com) - Kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat terdampak bencana banjir kembali diwujudkan melalui aksi kemanusiaan di wilayah Aceh.
Tim Bawah Kendali Operasi (BKO) Polda Metro Jaya melaksanakan pemeriksaan kesehatan serta pemberian vitamin kepada warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur, Jumat.
Kegiatan pelayanan kesehatan tersebut dilaksanakan di dua lokasi, yakni Pondok Pesantren Hidayah Raudatun Najah, Desa Matang Tepah, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, serta Desa Bukit Seulema, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur. Sejak pagi hari, tim medis Polri memberikan layanan kesehatan langsung kepada masyarakat dengan penuh empati dan ketelatenan.
Pelaksanaan kegiatan dipimpin oleh Dokter Ahli Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Metro Jaya, dr Yuliantikha Nurul Qumariah, bersama anggota Tim BKO PMJ. Selain pemeriksaan kesehatan, warga juga menerima vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh di tengah kondisi lingkungan pascabanjir yang rentan memicu berbagai penyakit.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, dilansir dari laman Humas Polri, tercatat sebanyak 80 warga mendapatkan layanan kesehatan. Keluhan yang ditemukan didominasi penyakit pascabanjir, di antaranya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebanyak 20 pasien, dispepsia 20 pasien, dermatitis 10 pasien, hipertensi 5 pasien, low back pain 6 pasien, rematik 4 pasien, cephalgia 4 pasien, konjungtivitis 3 pasien, diare 3 pasien, sakit gigi 2 pasien, diabetes melitus 2 pasien, serta satu pasien dengan suspek tuberkulosis (TB).
Salah satu warga penerima layanan, Nurjanah, warga Desa Matang Tepah, Kecamatan Bendahara, mengaku terharu atas kehadiran tim medis Polri yang memberikan pelayanan langsung di desanya.
“Kami mengucapkan beribu-ribu terima kasih. Hanya Tuhan yang dapat membalasnya. Di saat kondisi seperti ini, kehadiran polisi dan dokter sangat berarti bagi kami,” ungkap Nurjanah dengan suara bergetar.
Dokter yang memimpin pelayanan di lapangan, dr Yuliantikha Nurul Qumariah, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga selama masa pemulihan pascabencana.
“Pascabanjir, risiko penyakit cukup tinggi. Oleh karena itu, kami melakukan pemeriksaan menyeluruh, pemberian obat dan vitamin, serta edukasi kesehatan agar masyarakat tetap waspada dan segera mendapatkan penanganan bila muncul keluhan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendekatan langsung ke lokasi warga dilakukan agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara merata, khususnya bagi warga yang memiliki keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan.
Kegiatan kemanusiaan ini menjadi wujud nyata kehadiran negara melalui Polri, tidak hanya dalam penanganan darurat bencana, tetapi juga dalam memastikan aspek kesehatan masyarakat tetap terjaga. Kehadiran tim medis Polri disambut dengan antusias dan rasa syukur oleh warga sebagai bentuk nyata kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Polri berharap kondisi kesehatan masyarakat terdampak banjir di wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Timur dapat terus terpantau, sekaligus mendukung percepatan pemulihan kehidupan sosial dan kesehatan pascabencana. (R)
beritaTerkait
komentar