Aceh Tamiang (buseronline.com) - Akses menuju Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, menjadi tantangan tersendiri bagi tim relawan kesehatan. Untuk mencapai wilayah tersebut, relawan harus menempuh perjalanan berjam-jam melewati jalan berlumpur di area perkebunan sawit, daerah rawan longsor, hingga menyeberangi sungai yang kerap meluap saat hujan dengan menggunakan getek.
Salah satu perawat Tim Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK), A Jaeni, mengatakan medan ekstrem tersebut tidak menyurutkan semangat tim untuk tetap hadir memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir.
“Perjalanan cukup berat dan berisiko, namun itu menjadi bagian dari tanggung jawab kami untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan,” ujar A Jaeni, Jumat.
Di lokasi, relawan membuka posko kesehatan dan melakukan kunjungan langsung ke rumah warga yang tidak mampu menjangkau fasilitas layanan kesehatan. Upaya ini sangat membantu masyarakat yang selama ini terkendala transportasi dan akses wilayah.
Dilansir dari laman Kemenkes, Kepala Dusun Sekumur, Syamsul Bahri, menyampaikan apresiasi atas kehadiran relawan kesehatan yang dinilai sangat membantu warga desa.
“Dengan adanya relawan di sini, masyarakat bisa langsung berobat tanpa harus menempuh perjalanan jauh dan menyeberang sungai,” kata Syamsul Bahri.
Kementerian Kesehatan menegaskan komitmennya untuk terus hadir menjangkau wilayah-wilayah terdampak bencana, termasuk daerah terpencil dan terisolasi, demi memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan bagi seluruh masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional Kemenkes dalam merespons bencana, menjaga kesehatan masyarakat, serta mencegah potensi krisis kesehatan lanjutan di tengah situasi pascabanjir. (R)
beritaTerkait
komentar