Rabu, 01 Juli 2026

Kemenkes Kerahkan TCK untuk Layani Warga di Desa Terisolasi Aceh Tamiang

Rabu, 14 Januari 2026 11:14 WIB
Kemenkes Kerahkan TCK untuk Layani Warga di Desa Terisolasi Aceh Tamiang
Seorang tenaga kesehatan dari Tim Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan memberikan pemeriksaan dan perawatan medis kepada anak di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (9/1/2026). (Dok/Kemenkes)

Aceh Tamiang (buseronline.com) - Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang berdampak serius terhadap layanan kesehatan masyarakat, khususnya di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak.


Fasilitas kesehatan tingkat desa dilaporkan belum dapat beroperasi normal akibat kerusakan bangunan dan hilangnya alat-alat kesehatan.


Bidan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Sekumur, Siti Aisyah, menyampaikan bahwa kondisi pasca banjir membuat pelayanan kesehatan sulit dilakukan.


“Ruangan pelayanan belum bisa digunakan sepenuhnya, alat-alat kesehatan banyak yang hanyut, termasuk tempat tidur pasien, oksigen, dan infus. Kami sangat berharap ada perhatian agar pelayanan kesehatan bisa kembali berjalan,” ujar Siti Aisyah, Jumat.


Merespons kondisi ini, Kementerian Kesehatan RI menurunkan Tim Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Batch II untuk memperkuat respons krisis kesehatan di wilayah terdampak, termasuk desa-desa dengan akses terbatas.


Dilansir dari laman Kemenkes, Tim TCK tidak hanya melakukan pelayanan kesehatan di posko pengungsian, tetapi juga menjangkau langsung masyarakat yang kesulitan mengakses layanan medis akibat keterbatasan transportasi dan kondisi geografis yang menantang. Selain itu, tim relawan berkoordinasi dengan tenaga kesehatan setempat untuk mendukung pemulihan layanan kesehatan dasar.


Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa penanganan krisis kesehatan pasca bencana dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan hingga fasilitas kesehatan kembali pulih dan masyarakat dapat memperoleh layanan medis secara optimal.


“Tim TCK hadir untuk memastikan warga terdampak mendapatkan pelayanan kesehatan, sekaligus mendukung pemulihan fasilitas yang rusak akibat banjir,” jelas perwakilan Kemenkes.


Upaya ini menjadi bagian dari respons nasional Kementerian Kesehatan untuk menjaga kesehatan masyarakat di daerah rawan bencana dan memastikan risiko penyakit pascabanjir dapat diminimalisir. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pemerintah Resmi Luncurkan Logo HUT ke-81 RI, Karya Desainer Asal Padang Terpilih
Wali Kota Magelang Motivasi Anak PMKS Kejar Pendidikan demi Masa Depan
Bunda PAUD Sragen: Pendidikan Prasekolah Penting untuk Kesiapan Anak Masuk SD
Bandung Raih Tiga Penghargaan di Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026, Batik Patrakomala Jadi Sorotan
Prof Bagus Muljadi: Bujangga Manik Layak Jadi Inspirasi Pendidikan Berbasis Budaya Sunda
KPK Raup Rp39,81 Miliar dari Lelang Barang Rampasan Korupsi
komentar
beritaTerbaru