Jumat, 12 Juni 2026

Kemenkes Pulihkan Kesehatan Korban Bencana, Tak Hanya Fisik Tapi Jiwa

Sabtu, 10 Januari 2026 11:14 WIB
Kemenkes Pulihkan Kesehatan Korban Bencana, Tak Hanya Fisik Tapi Jiwa
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin berinteraksi dengan anak-anak saat meninjau layanan pemulihan kesehatan jiwa bagi korban bencana di lokasi pengungsian, Rabu (7/1/2026). (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa penanganan dampak bencana tidak hanya difokuskan pada pemulihan kesehatan fisik, tetapi juga mencakup pemulihan kesehatan jiwa masyarakat terdampak.

Langkah ini dinilai penting mengingat bencana kerap meninggalkan trauma mendalam, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak.

Dilansir dari laman Kemenkes, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa banyak korban bencana mengalami tekanan psikologis akibat kehilangan anggota keluarga, tempat tinggal, maupun rasa aman. Oleh karena itu, Kemenkes memberikan perhatian serius terhadap aspek kesehatan mental sebagai bagian dari layanan kesehatan terpadu di wilayah terdampak bencana.

“Yang kita beresin bukan hanya kesehatan fisik, tapi juga kesehatan jiwanya,” ujar Menkes Budi dalam Konferensi Pers Update Penanganan Bencana Sumatra yang digelar di Grha BNPB, Jakarta, Rabu.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Kemenkes mengerahkan relawan psikolog klinis ke lokasi bencana. Dalam setiap pengiriman tim kesehatan, Kemenkes menyertakan sekitar 30 hingga 35 psikolog klinis yang bertugas memberikan pendampingan psikososial kepada para penyintas.

Para psikolog ini melaksanakan berbagai kegiatan pemulihan mental, seperti bercerita, bermain, serta aktivitas interaktif lainnya, khususnya bagi anak-anak di pengungsian. Pendekatan tersebut dilakukan untuk membantu anak-anak mengurangi rasa takut, menumbuhkan kembali rasa aman, dan mencegah trauma berkepanjangan.

Menkes Budi menilai, pemulihan kesehatan jiwa menjadi aspek yang tidak kalah penting dibandingkan penanganan luka fisik. Menurutnya, tidak semua dampak bencana dapat terlihat secara kasat mata, sehingga intervensi psikologis harus dilakukan sejak dini.

Upaya pemulihan kesehatan mental ini juga dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk relawan, tenaga kesehatan daerah, serta tokoh publik. Keterlibatan tokoh publik diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih positif dan menenangkan di lingkungan pengungsian.

Pemulihan kesehatan jiwa tersebut berjalan seiring dengan pemulihan layanan kesehatan fisik, sehingga masyarakat terdampak dapat bangkit secara menyeluruh, baik secara jasmani maupun mental.

Menkes Budi berharap, perhatian terhadap kesehatan jiwa dapat mempercepat proses pemulihan sosial masyarakat serta membantu para korban bencana kembali menjalani aktivitas kehidupan secara normal. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Mentan Dorong Konsumsi Telur dan Ayam dalam Program MBG Tiga Kali Sepekan
WIITEX 2026 Siap Digelar, Jabar Bidik Perluasan Pasar Ekspor Teh, Kopi, dan Kakao
Wakapolri Tinjau Daycare SSDM Polri, Perkuat Dukungan bagi Keluarga Personel
Pemprov Sumut Bentuk 6.110 Posbankum, Perkuat Akses Bantuan Hukum hingga Desa dan Kelurahan
Presiden Prabowo: Kekayaan Alam Harus Dikelola untuk Kemakmuran Rakyat
Ekonomi Bandung Tumbuh 5,76 Persen, Wali Kota Farhan Ingatkan Ancaman Inflasi
komentar
beritaTerbaru