Senin, 06 April 2026

Tinggal 3 Puskesmas Belum Beroperasi dari 152 yang Rusak Berat Pascabencana

EM Bukit MKes - Jumat, 09 Januari 2026 11:26 WIB
Tinggal 3 Puskesmas Belum Beroperasi dari 152 yang Rusak Berat Pascabencana
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan paparan perkembangan penanganan dan pemulihan layanan kesehatan pascabencana Sumatra saat Konferensi Pers Update Penanganan Bencana di Grha BNPB, Jakarta, Rabu (7/1/2026). (Dok/Kemenkes)

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus mempercepat pemulihan layanan kesehatan pascabencana di wilayah Sumatra.


Setelah seluruh rumah sakit terdampak kembali berfungsi, pemerintah kini memasuki tahap lanjutan penanganan bencana dengan fokus pada pemulihan layanan kesehatan primer melalui puskesmas.


Dilansir dari laman Kemenkes, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan hal tersebut dalam Konferensi Pers Update Penanganan Bencana Sumatera yang digelar di Grha BNPB, Jakarta, Rabu.


Menurutnya, pemulihan puskesmas menjadi tantangan tersendiri karena jumlah fasilitas yang terdampak jauh lebih banyak dibandingkan rumah sakit.


“Setelah rumah sakit berfungsi kembali, tantangan berikutnya adalah puskesmas. Jumlahnya sangat banyak dan tersebar di wilayah terdampak,” ujar Menkes Budi.


Berdasarkan hasil pendataan Kementerian Kesehatan, tercatat sebanyak 867 puskesmas terdampak bencana di tiga provinsi. Dari jumlah tersebut, 152 puskesmas mengalami kerusakan berat sehingga sempat menghentikan operasional layanan kepada masyarakat.


Pemerintah melakukan upaya pemulihan secara bertahap, mulai dari pembersihan material pascabencana, relokasi layanan kesehatan sementara, hingga pembangunan ulang bagi puskesmas yang mengalami kerusakan total. Hasilnya, hingga awal Januari 2026, sebagian besar puskesmas telah kembali beroperasi dan melayani masyarakat.


“Sampai awal Januari 2026, tinggal tiga puskesmas lagi yang belum bisa beroperasi,” ungkap Menkes Budi.


Adapun tiga puskesmas yang masih dalam proses pemulihan tersebut masing-masing adalah Puskesmas Rusip Antara di Kabupaten Aceh Tengah, Puskesmas Jambur Lak Lak di Kabupaten Aceh Tenggara, serta Puskesmas Lokop di Kabupaten Aceh Timur.


Menkes menjelaskan, Puskesmas Lokop mengalami kerusakan paling parah akibat tertimpa kayu besar sehingga bangunannya hancur total.


“Yang di Lokop ini benar-benar sudah hancur. Saat ini sedang kita bangun baru,” jelasnya.


Untuk memastikan pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan, Kementerian Kesehatan bersama pemerintah daerah melakukan pengalihan operasional puskesmas yang rusak ke gedung sementara, seperti kantor dinas, balai desa, maupun fasilitas pemerintah lainnya yang masih layak digunakan.


Menkes Budi menegaskan, keberadaan puskesmas memiliki peran yang sangat vital, tidak hanya dalam memberikan layanan kesehatan dasar sehari-hari, tetapi juga dalam penanganan kesehatan ratusan ribu pengungsi yang tersebar di lebih dari seribu titik pengungsian di wilayah terdampak bencana.


“Puskesmas adalah garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, pemulihannya menjadi prioritas agar kebutuhan kesehatan warga dan para pengungsi tetap terpenuhi,” pungkasnya. (R)

Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
Alumni Pejuang Digital Dilepas Wapres dan Mendikdasmen, Beasiswa Negara Kembali ke Rakyat
Revitalisasi 19 Sekolah di Karangasem Selesai, Kemendikdasmen Tegaskan Keberlanjutan Program
Perkuat Posisi Jateng sebagai Pusat Batik Nasional, Nawal Yasin Ajak Pengrajin Berinovasi
Nawal Yasin Kunjungi Kampung Singkong Salatiga, Tekankan Inovasi UMKM Lokal
Kedatangan KRI Bima Suci di Belawan, Rico Waas Promosikan Potensi Medan ke Dunia
komentar
beritaTerbaru