Prabowo: Kerja Sama Ekonomi Tetap Jadi Pilar Utama Hubungan Indonesia-Singapura
Singapura (buseronline.com) Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama h
Ekonomi 34 menit lalu
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah terus memperkuat perlindungan kesehatan anak melalui penguatan Program Imunisasi Nasional dengan memperluas penggunaan vaksin Heksavalen. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencegah penyakit menular berbahaya sekaligus membentuk kekebalan kelompok di tengah masyarakat.
Dilansir dari laman Kemenkes, Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, Indri Yogyaswari, menjelaskan bahwa imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan paling efektif untuk melindungi anak dari risiko sakit berat, kecacatan, hingga kematian akibat Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Selain melindungi individu, imunisasi juga berperan penting dalam melindungi kelompok rentan yang tidak dapat menerima vaksin karena kondisi medis tertentu.
“Imunisasi bukan hanya melindungi anak yang menerima vaksin, tetapi juga masyarakat luas. Kekebalan kelompok hanya dapat terbentuk bila cakupan imunisasi tinggi dan merata,” ujar Indri.
Indri menegaskan, imunisasi yang lengkap dan tepat waktu sangat penting untuk mencegah penularan PD3I yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Anak-anak yang belum atau terlambat mendapatkan imunisasi memiliki risiko lebih tinggi tertular penyakit dan menjadi sumber penularan di lingkungan sekitarnya.
“Tidak ada kata terlambat untuk imunisasi. Anak yang terlewat jadwal tetap perlu mendapatkan imunisasi kejar agar kekebalan tubuhnya terbentuk dan risiko penularan penyakit dapat ditekan,” tambahnya.
Vaksin Heksavalen merupakan vaksin kombinasi yang memberikan perlindungan terhadap enam penyakit sekaligus, yakni difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, pneumonia dan meningitis akibat Haemophilus influenzae tipe b (Hib), serta polio. Penggunaan vaksin ini menggantikan pemberian vaksin terpisah DPT-HB-Hib dan IPV.
Menurut Indri, penggunaan vaksin kombinasi ini bertujuan mengurangi jumlah suntikan yang diterima anak, menghemat waktu dan biaya kunjungan ke fasilitas kesehatan, serta mempercepat terbentuknya kekebalan di masyarakat.
“Dengan vaksin Heksavalen, suntikan ganda dapat dikurangi. Ini membuat pemberian imunisasi lebih nyaman bagi anak dan orang tua, sekaligus diharapkan dapat meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap imunisasi,” jelasnya.
Komite Imunisasi Nasional telah menyetujui peralihan penggunaan vaksin Heksavalen tanpa perubahan jadwal imunisasi rutin, yakni diberikan pada usia 2, 3, dan 4 bulan, serta tetap disertai pemberian vaksin polio oral (bivalent Oral Polio Vaccine/bOPV).
Ketua Komite Nasional Penanggulangan Penyakit Ikutan Pasca Imunisasi (PP KIPI), Prof Dr Hindra Irawan Satari, menegaskan bahwa vaksin Heksavalen telah melalui proses evaluasi keamanan yang ketat dan terdaftar secara resmi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Vaksin Heksavalen memiliki profil keamanan yang baik dan telah melalui uji klinis yang panjang. Sistem surveilans KIPI terus dilakukan secara berjenjang agar setiap kejadian pasca imunisasi dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” ujar Prof Hindra.
Implementasi awal imunisasi Heksavalen telah dimulai sejak Oktober 2025 di sembilan provinsi, antara lain Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta wilayah Papua. Pemerintah menargetkan perluasan penggunaan vaksin Heksavalen secara nasional mulai tahun 2026.
Melalui kebijakan ini, pemerintah mengajak orang tua, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, serta pemerintah daerah untuk bersama-sama memastikan setiap anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal. Imunisasi dinilai sebagai investasi jangka panjang yang sangat penting untuk mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berkualitas. (R)
Singapura (buseronline.com) Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama h
Ekonomi 34 menit lalu
Siborongborong (buseronline.com) Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menegaskan pentingnya komitmen seluruh insan pe
Pendidikan 2 jam lalu
Tarutung (buseronline.com) &ndash Bupati Tapanuli Utara (Taput) Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat, mengusulkan agar kawasan Hunian Sementa
Hukum & Peristiwa 3 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan tahunan Leaders&039 Retreat dengan Perdana Menteri
Ekonomi 3 jam lalu
Banyumas (buseronline.com) Pendidikan agama memiliki peran penting dalam menciptakan masyarakat yang tenteram sekaligus mendukung pembangu
Pendidikan 4 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat kebijakan berbasis data dalam upaya
Pendidikan 4 jam lalu
Banyumas (buseronline.com) Ratusan warga memanfaatkan layanan kesehatan gratis dalam Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) Pemerinta
Kesehatan 5 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 men
Ekonomi 7 jam lalu
Pangkalpinang (buseronline.com) Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan pemerintah membawa perubahan nyata bagi SMP Negeri
Pendidikan 7 jam lalu
Makassar (buseronline.com) Densus 88 Antiteror Polri melalui Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sulawesi Selatan menggelar kampanye pencegah
Hukum & Peristiwa 9 jam lalu