Selasa, 30 Juni 2026

Tenaga Kesehatan Tetap Bantu Warga Dua Desa Terisolasi Bener Meriah Meski Akses Pascabencana Terputus

Selasa, 23 Desember 2025 11:15 WIB
Tenaga Kesehatan Tetap Bantu Warga Dua Desa Terisolasi Bener Meriah Meski Akses Pascabencana Terputus
Tenaga kesehatan Puskesmas Lampahan memberikan pelayanan kesehatan kepada warga di posko Desa Cekal dan Desa Pantan Kemuning, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, yang masih terisolasi akibat banjir dan longsor, Jumat (19/12/2025). (Dok/Kemenke
Bener Meriah (buseronline.com) - Pascabencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025, dua desa di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, yakni Desa Cekal dan Desa Pantan Kemuning, hingga kini masih terisolasi. Bencana tersebut menyebabkan jalan amblas, jembatan terputus, serta kondisi tanah yang labil sehingga akses utama menuju kedua desa belum dapat dilalui secara aman.

Terputusnya akses transportasi berdampak signifikan terhadap mobilitas warga, termasuk dalam memperoleh layanan kesehatan. Jalur penghubung antardesa yang belum pulih membuat masyarakat kesulitan menjangkau puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya, sehingga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.

Meski menghadapi keterbatasan akses dan risiko keselamatan, pelayanan kesehatan tetap dilakukan. Tenaga kesehatan dari Puskesmas Lampahan secara rutin berupaya menembus wilayah terdampak untuk memastikan warga di dua desa terisolasi tersebut tetap mendapatkan layanan kesehatan.

“Medannya cukup berat, badan jalan longsor dan jembatan putus, sehingga akses menuju ke sana sangat terbatas. Tapi kami tahu, warga sangat membutuhkan layanan kesehatan,” ujar dokter gigi Puskesmas Lampahan, drg Indah Kaswara, Jumat.

Selama masa tanggap bencana, Puskesmas Lampahan telah melakukan empat kali kunjungan pelayanan kesehatan ke Desa Cekal dan Desa Pantan Kemuning. Tim menempuh perjalanan dengan sepeda motor dan berjalan kaki melewati medan yang sulit. Setiap kunjungan melibatkan enam tenaga kesehatan yang terdiri dari koordinator puskesmas, dokter gigi, perawat, serta tenaga teknis lainnya.

“Kami tidak hanya melakukan pengobatan, tetapi juga memastikan kondisi kesehatan warga, terutama kelompok rentan, tetap terpantau. Jika tidak didatangi, mereka sama sekali tidak memiliki akses ke layanan kesehatan,” tambah drg Indah.

Di lokasi, tim memberikan pemeriksaan kesehatan dasar, pelayanan pengobatan, serta pemantauan kondisi lansia, ibu hamil, dan anak-anak. Selain itu, tenaga kesehatan juga mendistribusikan obat-obatan serta paket sikat dan pasta gigi, khususnya bagi warga yang berada di posko pengungsian, guna menjaga kebersihan dan kesehatan gigi selama masa darurat.

“Pelayanan ini masih akan terus kami lakukan dalam beberapa waktu ke depan, sampai akses menuju desa benar-benar dapat dilalui dengan aman,” jelasnya.

Upaya yang dilakukan tenaga kesehatan Puskesmas Lampahan tersebut menjadi wujud komitmen pelayanan kesehatan yang tetap hadir di tengah keterbatasan. Kehadiran mereka di wilayah terisolasi diharapkan mampu mencegah terjadinya masalah kesehatan yang lebih serius serta memastikan hak masyarakat atas layanan kesehatan tetap terpenuhi pascabencana. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
Tags
beritaTerkait
Target Akseptor KB Pria di Kabupaten Semarang Tercapai, Animo MOP Terus Meningkat
Penertiban Pungli di Sidebuk-Debuk Berbuah Hasil, Kunjungan Wisatawan Meningkat
KPK Tekankan Penguatan Tata Kelola SDA untuk Cegah Korupsi di Riau
Brigadir Polisi Rian Hendris Saputra Raih Medali Perunggu di Asia and Oceania SAMBO Championships 2026
Kajekzi Antar Kendal Raih Penghargaan Top 10 Idea Jawa Tengah 2026
81 Pelajar Bersaing di Lomba Debat Indonesia Jawa Barat 2026, Perebutkan Tiket ke NSDC Nasional
komentar
beritaTerbaru