Bener Meriah (buseronline.com) - Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pelayanan kesehatan bagi kelompok rentan dalam penanganan pascabencana di daerah terdampak. Kelompok rentan tersebut meliputi anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan hal tersebut saat melakukan peninjauan langsung ke wilayah terdampak bencana di Kabupaten Bener Meriah, Jumat. Peninjauan dilakukan guna memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat di lapangan.
“Kita ingin memastikan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat, terutama kelompok rentan yang paling terdampak dalam situasi bencana,” ujar Menkes Budi.
Menurutnya, kondisi geografis dan infrastruktur yang belum sepenuhnya pulih menyebabkan sejumlah wilayah masih terisolasi. Hal ini berpotensi menghambat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar, sehingga memerlukan perhatian dan intervensi langsung dari pemerintah pusat.
“Kabupaten ini masih terisolasi, jadi saya ingin melihat langsung bagaimana operasional layanan kesehatan berjalan dan apa saja yang bisa dibantu oleh pemerintah pusat,” katanya.
Selain memastikan ketersediaan layanan medis, pemerintah juga memberikan dukungan penunjang untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan. Dukungan tersebut meliputi penyediaan listrik cadangan, akses air bersih, serta penguatan jaringan komunikasi guna menunjang keselamatan dan kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan di lokasi terdampak.
Menkes menegaskan, penanganan kesehatan pascabencana tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga mencakup upaya pencegahan agar tidak muncul krisis kesehatan baru, seperti wabah penyakit akibat keterbatasan sanitasi dan layanan dasar.
Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemulihan kesehatan yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, seiring dengan upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan kondisi sosial dan kesehatan masyarakat pascabencana. (R)
beritaTerkait
komentar