Rabu, 10 Juni 2026

Menkes Tegaskan Transformasi Kesehatan untuk Tingkatkan Usia Hidup Sehat Warga Indonesia

Sabtu, 13 Desember 2025 06:05 WIB
Menkes Tegaskan Transformasi Kesehatan untuk Tingkatkan Usia Hidup Sehat Warga Indonesia
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin berdialog dengan moderator dalam forum Indonesia Health Partners Meeting 2025 di Jakarta, Senin (8/12/2025). (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa percepatan transformasi kesehatan nasional diarahkan untuk mencapai dua sasaran besar, yakni meningkatkan usia harapan hidup serta usia harapan hidup sehat masyarakat Indonesia.

Hal tersebut disampaikan dalam The 3rd Indonesia Health Partners Meeting (IHPM) 2025 bertema “Harmony for Indonesia Health Transformation Acceleration”, yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, Senin.

“Kita ingin hidup sehat karena kita ingin hidup panjang. Target kita menaikkan usia harapan hidup dari 72 menjadi 75 tahun, dan usia hidup sehat dari 60 menjadi 65 tahun. Strateginya sederhana: keep people healthy, don’t let them get sick. Mencegah lebih baik dan jauh lebih murah dibanding mengobati,” tegas Menkes.

Budi Gunadi menekankan bahwa dari total penduduk Indonesia, sekitar 260 juta orang masih berada dalam kondisi sehat. Kelompok ini, menurut Menkes, harus menjadi perhatian utama pemerintah melalui penguatan upaya promotif dan preventif.

“Mengobati orang sakit hanya menyentuh 30 juta penduduk. Menjaga 260 juta tetap sehat adalah strategi yang jauh lebih efektif,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa transformasi kesehatan tidak hanya menyentuh layanan pengobatan, tetapi juga menata ulang pendekatan kesehatan masyarakat agar lebih fokus pada pencegahan, edukasi, dan intervensi dini.

Dalam kesempatan itu, Menkes turut menyinggung dinamika pembiayaan kesehatan di tingkat internasional. Menurunnya dukungan dan bantuan luar negeri membuat negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, perlu membangun sistem pendanaan kesehatan yang lebih mandiri.

Ia mencontohkan program percepatan vaksinasi HPV sebagai salah satu bentuk intervensi penting yang tidak boleh mengalami penundaan.

“Menunda lima tahun berarti lebih dari 30.000 perempuan Indonesia meninggal setiap tahun akibat kanker serviks. Kalau kita percepat satu tahun, kita bisa menyelamatkan puluhan ribu nyawa,” tegasnya.

IHPM 2025 dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari mitra pembangunan bilateral dan multilateral, lembaga filantropi, organisasi internasional, akademisi, hingga sektor swasta. Forum ini menjadi ruang sinergi untuk menyatukan langkah dan dukungan terhadap roadmap transformasi kesehatan Indonesia hingga tahun 2030.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap percepatan transformasi kesehatan dapat berjalan lebih efektif serta berdampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Peluang Investasi Strategis kepada Investor Malaysia
Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG pada 2026
Pemkab Taput Perkuat Layanan Kesehatan hingga Daerah Terpencil, Sinergi dengan BPJS Kesehatan Ditingkatkan
Timnas Indonesia Tundukkan Mozambik 1-0, Gol Ole Romeny Jadi Pembeda
Bunda PAUD Jateng Ajak Orang Tua Perhatikan Kesehatan Mental Anak di Era Digital
Pasar Kreatif Bandung 2026 Libatkan 339 UMKM, Perkuat Wisata Belanja dan Ekonomi Kreatif
komentar
beritaTerbaru