Selasa, 07 April 2026

RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Persiapkan Kembali Farmasi dan Unit Cuci Darah Pasca Banjir

Jumat, 12 Desember 2025 06:10 WIB
RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Persiapkan Kembali Farmasi dan Unit Cuci Darah Pasca Banjir
Petugas membersihkan lumpur dan puing yang memenuhi area Instalasi Farmasi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang pascabanjir. (Dok/Kemenkes)
Aceh Tamiang (buseronline.com) - RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang terus mempercepat pemulihan layanan esensial pascabanjir besar yang merendam hampir seluruh fasilitas rumah sakit. Dua unit vital, yakni farmasi dan layanan cuci darah (hemodialisis), kini memasuki tahap penataan akhir setelah lumpur dan material banjir rampung dibersihkan.

Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, dr Andika Putra, mengatakan bahwa proses pemulihan dilakukan secara paralel, termasuk pemeriksaan teknis peralatan medis oleh penyedia alat.

“Tim dari penyedia hemodialisis sudah meninjau kondisi peralatan dan akan melakukan pemulihan penuh,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).

Unit farmasi kini berada di tahap akhir pembersihan sehingga alur distribusi obat dapat ditata lebih sistematis. Rumah sakit juga menyiapkan pembukaan kembali ruang operasi setelah memperoleh dukungan tambahan peralatan dari RS Kemenkes Adam Malik.

Unit anestesi turut dipersiapkan agar tindakan bedah dapat kembali dilakukan setelah seluruh instalasi dinyatakan aman.

“Pemulihan layanan penunjang ini menjadi bagian penting untuk memastikan kebutuhan pasien terpenuhi secara bertahap dan berjenjang,” kata dr Andika.

Setelah Unit Gawat Darurat (UGD) berhasil kembali beroperasi beberapa hari lalu, rumah sakit melanjutkan pembersihan pada ruang operasi dan ruang hemodialisa. Pemulihan unit-unit tersebut disebutkan memerlukan waktu lebih lama akibat kerusakan alat dan kondisi ruang yang sempat terendam penuh.

“Poli akan kami buka setelah seluruh ruangan selesai dibersihkan,” ujar dr Andika.

Rumah sakit juga menargetkan pemulihan Instalasi Gawat Darurat lainnya seperti ICU, laboratorium, dan radiologi. Ketiga layanan tersebut membutuhkan proses perbaikan teknis dan sterilisasi lebih menyeluruh.

Layanan rawat inap baru akan kembali dibuka setelah seluruh fasilitas pendukung siap dan dinyatakan aman digunakan.

dr Andika mengungkapkan bahwa pemulihan UGD saja membutuhkan lima hari kerja intensif, sehingga tahapan untuk layanan lain akan mengikuti kondisi lapangan.

Dengan pola kerja bertahap tersebut, manajemen RSUD Muda Sedia berharap seluruh layanan dapat kembali normal dalam waktu yang lebih cepat, meskipun masih terkendala proses pemulihan sarana dan prasarana.

“Semoga seluruh tahapan berjalan lancar sehingga masyarakat kembali mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal,” tutup dr Andika. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pemko Medan Dorong Budaya Melayu Lebih Dekat dengan Masyarakat Lintas Suku
Pemkab Pati Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan PAUD
Wali Kota Bandung Tekankan Pelestarian Kawasan Bersejarah
Sepolwan Gelar Latkapuan Pendidik untuk Tingkatkan Profesionalisme SDM Polri
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
komentar
beritaTerbaru