Selasa, 07 April 2026

UGD RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Beroperasi Lagi, Pasien Luka Akibat Banjir Mulai Berdatangan

Kamis, 11 Desember 2025 09:06 WIB
UGD RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Beroperasi Lagi, Pasien Luka Akibat Banjir Mulai Berdatangan
Tenaga medis memberikan penanganan luka kepada warga di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang yang kembali beroperasi pascabanjir, Selasa (9/12/2025). (Dok/Kemenkes)
Aceh Tamiang (buseronline.com) - Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang kembali beroperasi pada Selasa setelah sempat lumpuh akibat banjir besar yang melanda wilayah tersebut.

Proses pembersihan fasilitas dilakukan intensif sejak banjir mulai surut akhir pekan lalu, dibantu oleh tim gabungan TNI, Marinir, dan Brimob yang mengevakuasi lumpur serta material yang memenuhi area pelayanan.

Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang, dr Andika Putra, memastikan bahwa layanan kedaruratan kini sudah dapat diakses masyarakat, meskipun dalam kapasitas terbatas.

“UGD sudah kami siapkan kembali dengan fasilitas yang memungkinkan untuk pelayanan awal,” ujarnya.

Saat ini, UGD menyediakan 20 tempat tidur untuk menangani pasien dengan kondisi mendesak. Dukungan juga datang dari RS Kemenkes Adam Malik Medan yang meminjamkan X-ray mobile, peralatan laboratorium, serta perangkat medis lainnya guna memperkuat operasional awal.

“Kita dibantu penuh agar UGD segera aktif,” tambah dr Andika.

Selain UGD, rumah sakit tengah mempersiapkan pembukaan kembali layanan hemodialisis dan instalasi farmasi setelah proses pembersihan fasilitas tersebut selesai.

Dengan aktifnya kembali UGD, RSUD Muda Sedia menjadi satu-satunya layanan gawat darurat yang berfungsi di Aceh Tamiang pascabanjir.

Sejak dibuka, sejumlah warga mulai berdatangan dengan berbagai keluhan, terutama luka akibat benda tajam yang terbawa arus banjir, seperti pecahan seng, paku, serpihan kayu, hingga material rumah tangga.

dr Andika menjelaskan bahwa sebagian besar kasus yang ditangani merupakan cedera ringan hingga sedang.

“Warga biasanya terluka karena kondisi lingkungan yang penuh lumpur,” katanya.

Meski sarana dan prasarana belum sepenuhnya pulih, tim medis tetap memberikan penanganan awal menggunakan kombinasi peralatan yang masih bisa difungsikan dan sejumlah alat pinjaman. Rumah sakit juga terus mengupayakan perbaikan alat kesehatan yang rusak akibat terendam banjir.

dr Andika mengimbau warga untuk lebih berhati-hati saat membersihkan rumah dan lingkungan guna menghindari cedera tambahan selama masa pemulihan.

“Situasi pascabanjir ini penuh risiko, jadi masyarakat perlu tetap waspada,” ujarnya.

Pembukaan kembali layanan UGD diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan kesehatan masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak banjir. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pemko Medan Dorong Budaya Melayu Lebih Dekat dengan Masyarakat Lintas Suku
Pemkab Pati Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan PAUD
Wali Kota Bandung Tekankan Pelestarian Kawasan Bersejarah
Sepolwan Gelar Latkapuan Pendidik untuk Tingkatkan Profesionalisme SDM Polri
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
komentar
beritaTerbaru