Jumat, 12 Juni 2026

Kemenkes Jamin Distribusi Logistik Kesehatan di Daerah Terdampak Bencana Tetap Lancar

Minggu, 07 Desember 2025 06:12 WIB
Kemenkes Jamin Distribusi Logistik Kesehatan di Daerah Terdampak Bencana Tetap Lancar
Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, dr Rizka Andalucia, memberikan paparan dalam temu media terkait dukungan logistik kesehatan untuk wilayah terdampak bencana, di Gedung Adhyatma Kemenkes, Jakarta, Jumat (5/12/2025). (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan seluruh kebutuhan logistik kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana dalam kondisi aman dan mencukupi. Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, dr Rizka Andalucia, menegaskan hal tersebut dalam temu media di Gedung Adhyatma Kemenkes, Jumat.

Menurut dr Rizka, meski sejumlah wilayah mengalami putusnya komunikasi dan akses yang terbatas, koordinasi antara pusat dan daerah tetap berjalan efektif. Kemenkes memastikan ketersediaan obat-obatan dasar, alat kesehatan, serta bahan medis habis pakai di lokasi pengungsian dan fasilitas kesehatan rujukan.

“Di pengungsian sudah mulai muncul penyakit umum pasca bencana seperti batuk, pilek, demam, diare, dan penyakit kulit. Karena itu suplai obat dipastikan aman dan tidak mengalami kekosongan,” jelasnya.

Beberapa daerah terdampak melaporkan kerusakan gudang farmasi sehingga stok obat dan vaksin dinyatakan rusak atau tidak dapat digunakan. Untuk mempercepat penyaluran bantuan, Kemenkes memusatkan distribusi logistik melalui Medan, memudahkan pengiriman ke titik-titik bencana yang akses daratnya terhambat.

Selain kebutuhan obat dasar, dr Rizka menegaskan bahwa layanan bagi pasien dengan penyakit kronis yang tidak boleh terputus—termasuk pasien hemodialisis—menjadi prioritas. Pasien dari fasilitas kesehatan yang terdampak telah dialihkan ke rumah sakit yang aman.

Kemenkes juga mengirimkan Anti Tetanus Serum (ATS) untuk mencegah infeksi luka akibat paku, seng, atau reruntuhan bangunan. Hingga kini, seluruh kategori logistik kesehatan, termasuk oksigen medis, berada dalam kondisi cukup dan terdistribusi tanpa hambatan.

“Pemantauan intensif akan dilakukan dalam satu minggu ke depan untuk memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi,” tegasnya.

Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga, dr Lovely Daisy, menyoroti pentingnya perlindungan nutrisi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Ia menegaskan bahwa Kemenkes tidak merekomendasikan penyaluran susu formula secara bebas di area bencana, mengingat tingginya potensi risiko kesehatan akibat keterbatasan air bersih dan sanitasi.

“Di Aceh sudah diterbitkan surat edaran untuk tidak menyalurkan susu formula tanpa prosedur. Jika harus diberikan dalam kondisi darurat, penyalurannya wajib melalui Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota agar dapat dinilai kelayakannya dan dipantau penggunaannya,” ujarnya.

Untuk menjamin kecukupan gizi, tenaga gizi dari puskesmas telah diterjunkan guna melakukan supervisi dapur umum di pengungsian. Mereka memastikan bahwa makanan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sesuai standar kebutuhan gizi.

Sejak 28 November, Kemenkes juga mendistribusikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) melalui jalur udara dan darat guna menjangkau lokasi yang terisolasi. Sebagian logistik telah tiba di titik-titik pengungsian dan pendistribusian lanjutan terus dilakukan.

Dengan penguatan logistik kesehatan, pengawasan distribusi bantuan, serta prioritas pada kelompok rentan, Kementerian Kesehatan memastikan bahwa layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana tetap berlangsung aman, efektif, dan sesuai standar.

Kemenkes menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi dan memastikan tidak ada hambatan dalam layanan kesehatan selama masa tanggap darurat. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Mentan Dorong Konsumsi Telur dan Ayam dalam Program MBG Tiga Kali Sepekan
WIITEX 2026 Siap Digelar, Jabar Bidik Perluasan Pasar Ekspor Teh, Kopi, dan Kakao
Wakapolri Tinjau Daycare SSDM Polri, Perkuat Dukungan bagi Keluarga Personel
Pemprov Sumut Bentuk 6.110 Posbankum, Perkuat Akses Bantuan Hukum hingga Desa dan Kelurahan
Presiden Prabowo: Kekayaan Alam Harus Dikelola untuk Kemakmuran Rakyat
Ekonomi Bandung Tumbuh 5,76 Persen, Wali Kota Farhan Ingatkan Ancaman Inflasi
komentar
beritaTerbaru