Minggu, 12 April 2026

Panjang Usia Hidup dan Kesehatan Warga Jadi Tolak Ukur Kota Sehat di Era Baru

Rabu, 03 Desember 2025 06:11 WIB
Panjang Usia Hidup dan Kesehatan Warga Jadi Tolak Ukur Kota Sehat di Era Baru
Menteri Kesehatan RI menyampaikan arahan dalam Penganugerahan Kabupaten/Kota Sehat (Swasti Saba) dan STBM Award 2025 di Jakarta, Jumat (28/11/2025). (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Kesehatan RI menegaskan bahwa indikator kota sehat pada era sekarang tidak lagi hanya diukur dari terpenuhinya infrastruktur dasar, tetapi dari kemampuan pemerintah daerah meningkatkan usia harapan hidup dan usia hidup sehat masyarakat. Hal ini disampaikan dalam acara Penganugerahan Kabupaten/Kota Sehat Swasti Saba dan STBM Award 2025, Jumat di Jakarta.

Saat ini, usia harapan hidup Indonesia berada pada angka 72 tahun, namun usia hidup sehat baru mencapai 60 tahun. Pemerintah menargetkan peningkatan usia harapan hidup menjadi 75 tahun pada 2029, yang menurut Menkes hanya dapat dicapai melalui kepemimpinan daerah yang visioner dan konsisten dalam membangun perilaku hidup sehat.

“Jika penduduk di suatu daerah hidup lebih sehat dan lebih lama, itu adalah amal jariyah para pemimpinnya,” tegas Menkes.

Menkes menekankan bahwa pembangunan kota sehat tidak lagi cukup hanya dengan perbaikan sanitasi dan infrastruktur. Daerah perlu memperluas fokus melalui penerapan tiga perilaku kunci masyarakat sehat, yaitu:

1. Aktivitas fisik yang cukup dan teratur

2. Pola makan sehat

3. Perilaku hidup sehat lain, seperti tidur cukup, pengelolaan stres, dan gaya hidup seimbang

Ketiga pilar tersebut menjadi fondasi pendekatan promotif dan preventif yang kini menjadi perhatian utama pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Dalam ajang Swasti Saba dan STBM Award 2025, pemerintah memberikan apresiasi kepada daerah yang berhasil menciptakan lingkungan dan perilaku hidup bersih serta sehat. Adapun penghargaan yang diberikan meliputi:

1 daerah meraih kategori Wistara Paripurna

3 daerah meraih kategori Wistara

41 daerah meraih kategori Wiwerda

101 daerah meraih kategori Padapa

7 provinsi ditetapkan sebagai Tim Pembina Terbaik

Sementara untuk STBM Award 2025, penghargaan diberikan kepada:

2 provinsi, dan

56 kabupaten/kota dalam berbagai kategori capaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

Menkes berharap penghargaan ini menjadi pemacu semangat pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui inovasi dan konsistensi program.

“Penghargaan ini harus menjadi pemacu komitmen daerah dalam membangun masyarakat yang panjang umur, sehat, dan produktif,” ujarnya.

Pemerintah menegaskan bahwa masa depan kota sehat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat dan kepemimpinan daerah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Marseille Akhiri Tren Negatif Usai Tumbangkan Metz 3-1
PSSI Gelar Program Coach Educator Development untuk Tingkatkan Kualitas Pelatih
Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade
Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan
Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga
Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar
komentar
beritaTerbaru