Senin, 06 Juli 2026

Dampak Screen Time 7,5 Jam, Menko Pratikno Ingatkan Ancaman Kesehatan Mental

Minggu, 30 November 2025 06:26 WIB
Dampak Screen Time 7,5 Jam, Menko Pratikno Ingatkan Ancaman Kesehatan Mental
Menko PMK Pratikno menyampaikan arahan dalam Dialog Multistakeholder Towards a Smart Governance di Gedung Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (26/11/2025). (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengingatkan bahwa Indonesia tengah menghadapi ancaman serius terkait meningkatnya gangguan kesehatan mental, terutama pada anak dan remaja. Peringatan ini disampaikan dalam Dialog Multistakeholder Towards a Smart Governance di Jakarta, Rabu.

Pratikno mengungkapkan bahwa temuan pemeriksaan kesehatan gratis menunjukkan semakin banyak masyarakat, termasuk kelompok usia muda, memiliki indikasi gangguan kesehatan mental. Ia menekankan bahwa kesehatan, baik fisik maupun mental, merupakan dasar pembangunan sumber daya manusia unggul.

Salah satu penyebab meningkatnya masalah kesehatan mental adalah perubahan perilaku akibat pesatnya perkembangan teknologi digital. Anak-anak kini lebih banyak menghabiskan waktu di dunia maya dibandingkan interaksi sosial secara langsung.

“Screen time kita sangat tinggi, lebih dari 7,5 jam. Bahkan anak-anak di bawah dua tahun pun menghadapi exposure screen time yang tinggi,” kata Pratikno.

Menurutnya, durasi paparan layar yang berlebihan tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga mengganggu kemampuan bersosialisasi, regulasi emosi, dan perkembangan perilaku. Situasi ini ia sebut sebagai ancaman kesehatan sosial jangka panjang.

Pratikno menegaskan bahwa penanganan masalah kesehatan mental harus dilakukan melalui pendekatan menyeluruh, termasuk mengurangi ketergantungan anak pada gawai. Ia mendorong agar pemerintah daerah dan pemangku kepentingan menyediakan fasilitas yang mendorong aktivitas sosial, permainan fisik, serta ruang interaksi yang sehat.

“Penanganan upaya komprehensif harus dilakukan supaya ada fasilitas untuk mendukung screen time. Sehingga anak-anak kita bersosial, mengurangi permasalahan-permasalahan kesehatan mental,” tegasnya.

Upaya tersebut dinilainya penting mengingat kebiasaan digital yang tidak terkendali dapat menimbulkan dampak kumulatif terhadap kesehatan mental dalam jangka panjang.

Pratikno juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius pada sektor kesehatan, termasuk melalui program pemeriksaan kesehatan gratis, pembangunan rumah sakit baru, serta beasiswa dokter spesialis untuk memperkuat layanan kesehatan nasional.

Ia menegaskan bahwa kesehatan mental merupakan isu nasional yang memerlukan kerja bersama lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, daerah, sekolah, hingga keluarga.

“Ini kesehatan kita tangani secara komprehensif bahwa presiden sudah jelas memprioritaskan itu,” ujarnya.

Pratikno menutup dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperbaiki ekosistem sosial anak guna mencegah semakin meluasnya krisis kesehatan mental di Indonesia. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Prabowo: Kerja Sama Ekonomi Tetap Jadi Pilar Utama Hubungan Indonesia-Singapura
Bupati Taput Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Maklumat Pelayanan Sekolah
Bupati Taput Usulkan Huntara Adiankoting Jadi Hunian Tetap dalam Evaluasi BSRR
Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong Gelar Leaders' Retreat, Hasilkan 26 Kerja Sama Strategis
Wagub Jateng: Pendidikan Agama Jadi Kunci Ketenteraman Masyarakat dan Pembangunan SDM
Kemendikdasmen Perkuat Mutu Pembelajaran lewat Supervisi Pengelolaan Kinerja 2026
komentar
beritaTerbaru