Kamis, 18 Juni 2026

Harapan Kita Jadi Titik Awal Percepatan Layanan Jantung Nasional

Selasa, 25 November 2025 06:12 WIB
Harapan Kita Jadi Titik Awal Percepatan Layanan Jantung Nasional
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan sambutan dalam pembukaan Indonesia International Cardiovascular Summit (IICS) 2025 di Jakarta, Sabtu (22/11/2025). (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah terus memperkuat layanan kesehatan jantung nasional menyusul tingginya beban penyakit kardiovaskular di Indonesia.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menugaskan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita sebagai pusat penggerak percepatan layanan jantung nasional. Penugasan tersebut disampaikan dalam pembukaan Indonesia International Cardiovascular Summit (IICS) 2025 di Jakarta, Sabtu.

Menkes menegaskan bahwa penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Karena itu, penguatan layanan jantung dari tingkat pencegahan hingga penanganan lanjutan harus dilakukan secara sistematis dan merata.

RSJPD Harapan Kita diminta mengawal pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau lebih dari 59 juta masyarakat. Temuan awal program tersebut menunjukkan tingginya angka hipertensi, diabetes, serta kolesterol tinggi, yang menjadi faktor risiko utama penyakit jantung.

Dalam arahannya, Menkes meminta RSJPD Harapan Kita menyusun standar tata laksana nasional serta mempercepat operasionalisasi 119 catheterization laboratory (cath lab) di Indonesia. Saat ini, sekitar 40 persen fasilitas cath lab belum berfungsi optimal.

“Target kita, setiap kabupaten/kota memiliki setidaknya satu dokter intervensi (PCI) pada 2027, dan seluruh provinsi mampu melakukan bedah jantung terbuka,” ujar Menkes.

Upaya ini dinilai penting untuk memastikan akses layanan jantung yang merata, cepat, dan sesuai standar di seluruh wilayah Indonesia.

Menkes juga mendorong RSJPD Harapan Kita menjadi pusat inovasi dan riset kardiovaskular nasional melalui pengembangan teknologi medis mutakhir serta kolaborasi dengan institusi internasional.

“Harapan Kita harus menjadi pusat rujukan nasional sekaligus motor percepatan inovasi. Setelah fasilitas dasar dan intervensi kita penuhi, tahap berikutnya adalah menghadirkan teknologi-teknologi mutakhir agar pelayanan jantung Indonesia terus maju,” tegasnya.

Direktur Utama RSJPD Harapan Kita, dr dr Iwan Dakota, menjelaskan bahwa pihaknya terus memperluas layanan unggulan kardiovaskular, mulai dari bedah jantung minimal invasif, intervensi elektrofisiologi, hingga terapi lanjutan untuk kasus kompleks.

Selain itu, RSJPD Harapan Kita juga mendampingi jejaring kardiovaskular daerah untuk meningkatkan kapasitas layanan serta memastikan standar nasional dapat diimplementasikan secara menyeluruh.

“Dengan memperkuat layanan dan pendampingan daerah, kami berharap akses masyarakat terhadap layanan jantung yang berkualitas dapat semakin luas dan merata,” ujar Iwan Dakota.

Upaya ini diharapkan menjadi tonggak percepatan peningkatan layanan kardiovaskular nasional, sehingga Indonesia mampu menekan angka kematian akibat penyakit jantung sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
STIK Polri Wisuda 289 Lulusan, Siapkan SDM Unggul Hadapi Tantangan Tugas Kepolisian
Gerakan Tanam Serempak 52 Ribu Hektare, Kementan Percepat Swasembada Pangan
Kementan Bidik Indonesia Jadi Eksportir Buah dan Florikultura Terbesar Dunia
Kementan: Pasokan Pangan Aman, Beras Tak Lagi Jadi Penyumbang Utama Inflasi
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kompas Pembangunan Bandung Satu Dekade ke Depan
Polwan Operasi Damai Cartenz Hadirkan Kehangatan dan Keceriaan bagi Warga Nduga
komentar
beritaTerbaru