Minggu, 28 Juni 2026

Menkes Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini dan Akses Setara untuk Cegah Diabetes

Jumat, 21 November 2025 09:21 WIB
Menkes Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini dan Akses Setara untuk Cegah Diabetes
Peserta dan tenaga kesehatan berfoto bersama pada peringatan World Diabetes Day 2025 di RSUP Fatmawati, Jakarta, Minggu (16/11/2025).
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa pencegahan diabetes harus dimulai sejak dini melalui perubahan perilaku, pemeriksaan kesehatan rutin, dan perluasan akses layanan kesehatan yang setara bagi seluruh masyarakat. Pesan tersebut disampaikannya pada peringatan World Diabetes Day di RSUP Fatmawati Jakarta, Minggu.

Menurut Menkes, diabetes masih menjadi salah satu penyakit dengan beban pembiayaan kesehatan terbesar di Indonesia dan berisiko tinggi menimbulkan komplikasi hingga kematian jika tidak dideteksi lebih awal.

“Diabetes bukan hanya soal gula darah. Dampaknya luas, memengaruhi kualitas hidup, produktivitas, hingga pembiayaan negara. Karena itu kita harus bergerak lebih cepat melalui deteksi dini dan pencegahan,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, pemerintah memperkuat upaya deteksi dini melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang akan diterapkan sebagai strategi berbasis populasi untuk menemukan faktor risiko dan kasus diabetes sejak awal, termasuk pada anak dan remaja.

“Melalui CKG, kita ingin masyarakat tahu kondisi kesehatannya lebih cepat dan tidak terlambat mendapatkan intervensi. Semakin awal ditemukan, semakin besar peluang mencegah komplikasi berat dan menekan biaya pengobatan,” jelas Menkes.

Selain program skrining, pemerintah juga meningkatkan integrasi data digital kesehatan melalui registry nasional serta memperluas akses obat, termasuk insulin, bagi pasien yang membutuhkan.

Menkes menekankan bahwa penanganan diabetes tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan peran seluruh lapisan masyarakat.

“Kesehatan adalah investasi jangka panjang. Kita ingin anak-anak, remaja, dan generasi produktif tumbuh sehat dan bebas komplikasi diabetes. Ini hanya bisa dicapai dengan kolaborasi semua pihak,” tegasnya.

Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Fatmawati, dr Muhammad Azhari Taufik melaporkan bahwa jumlah pasien diabetes tipe 1 meningkat signifikan dalam dua tahun terakhir. Pada 2024 terdapat 38 pasien, sementara pada 2025 meningkat menjadi 65 pasien yang rutin menjalani pengobatan.

Ia menilai peningkatan tersebut menunjukkan pentingnya penguatan deteksi dini, tata laksana komprehensif, pendampingan keluarga, serta dukungan psikososial dan pembiayaan jangka panjang.

“Diabetes adalah perjalanan panjang. Anak-anak ini harus didukung untuk tumbuh, belajar, dan berprestasi. Ini bukan hanya soal terapi insulin, tetapi memastikan mereka menjalani hidup yang sehat, bahagia, dan percaya diri,” ujarnya.

dr Azhari juga menegaskan pentingnya digitalisasi layanan kesehatan melalui platform Satu Sehat untuk memastikan monitoring pasien lebih efektif dan terintegrasi.

“Ketika digitalisasi berjalan baik, monitoring lebih mudah, penanganan lebih tepat, dan kebijakan lebih akurat,” katanya. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Densus 88 Gelar Wawasan Kebangsaan di Cilegon, Tekankan Peran Keluarga Cegah Radikalisme
Guru Karanganyar Dibekali Literasi Keuangan Melalui Pelatihan CBP Rupiah
Pemprov Sumut Apresiasi Dukungan ADB, Pengembangan KEK Sei Mangkei Didorong Jadi Pengungkit Ekonomi
Presiden Prabowo Tekankan Percepatan Industrialisasi, Perguruan Tinggi Diminta Siapkan SDM Unggul
Ketua PWI Sumut Kukuhkan Pengurus Definitif PWI Toba dan PWI Samosir
Bupati Taput Hadiri Penutupan JamNas ASM HKBP 2026, Tegaskan Komitmen Dukung Pendidikan Karakter
komentar
beritaTerbaru