Rabu, 08 April 2026

706 Desa Terjangkau Program Speling Jateng, Wamenkes dr Benny Beri Apresiasi

Sabtu, 08 November 2025 06:12 WIB
706 Desa Terjangkau Program Speling Jateng, Wamenkes dr Benny Beri Apresiasi
Wakil Menteri Kesehatan RI dr Benjamin Paulus Octavianus bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau layanan Speling (Dokter Spesialis Keliling) di Boyolali, Rabu (5/11/2025). (Dok/Kemenkes)
Boyolali (buseronline.com) - Wakil Menteri Kesehatan RI dr Benjamin Paulus Octavianus (dr Benny) memberikan apresiasi tinggi terhadap program Pelayanan Kesehatan Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Program ini menghadirkan layanan dokter spesialis hingga tingkat desa dan telah menjangkau 706 desa, menjadi model inovasi kesehatan yang potensial diterapkan secara nasional.

Dalam kunjungannya ke Boyolali, Rabu, dr Benny menilai pelayanan berbasis desa yang dilakukan Jawa Tengah sebagai terobosan penting dalam pencegahan penyakit.

“Ini saya kira mungkin ini pertama di Indonesia. Suatu kegiatan luar biasa ini dan sudah dilaksanakan di 706 desa. Saya ingin belajar agar ini bisa dilakukan seperti ini di berbagai wilayah,” ujarnya.

Program Speling menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam, anak, kandungan, paru, dan kejiwaan langsung ke desa. Selain pelayanan medis, program ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi dokter umum melalui kursus singkat mengenai penyakit dalam, penyakit kandungan, dan penyakit-penyakit berisiko tinggi.

“Dokter-dokter ahli itu membagikan ilmunya kepada dokter-dokter umum. Ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas layanan kesehatan di tingkat desa,” jelas dr Benny.

Tidak hanya menitikberatkan pada pencegahan penyakit kronis, Speling juga memperkuat pemeriksaan ibu hamil secara berkala, termasuk layanan antenatal care (ANC) hingga persalinan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan Speling merupakan bagian dari upaya membangun sistem deteksi dini penyakit dari desa hingga provinsi.

“Hari ini adalah desa ke-706 yang kami sasar terkait Speling. Sudah hampir 10 juta masyarakat yang mendapatkan pemeriksaan,” ujar Ahmad Luthfi.

Ia menegaskan program ini selaras dengan agenda nasional Presiden Prabowo Subianto dalam memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Sistem layanan kesehatan Speling tersusun berjenjang agar memudahkan pengendalian penyakit dari desa ke kecamatan, kabupaten, hingga tingkat provinsi.

“Desa terintegrasi ke kecamatan, kecamatan ke kabupaten, dan kabupaten ke dinas provinsi untuk pengendalian penyakit,” tambahnya.

Wamenkes dr Benny optimistis program Speling memiliki potensi menjadi model layanan kesehatan nasional.

“Kalau dilakukan masif dari Aceh sampai Papua, saya yakin kualitas kesehatan masyarakat Indonesia akan meningkat signifikan,” kata dr Benny.

Program Speling di Jawa Tengah menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi pemerintah provinsi, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat meningkatkan akses layanan kesehatan sekaligus membangun kapasitas dokter umum di tingkat desa. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pemkab Rembang Perkuat Budaya Donor Darah, Stok Diharapkan Lebih Stabil
Manajemen Mudik Lebaran 2026 Tuai Apresiasi
Presiden Prabowo Buka Istana untuk Anak-anak Sekolah
Bupati Taput Temui Kepala BBPJN Sumut
Pemko Medan Dorong Budaya Melayu Lebih Dekat dengan Masyarakat Lintas Suku
Pemkab Pati Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan PAUD
komentar
beritaTerbaru