Rabu, 10 Juni 2026

TP PKK Jateng Dorong Orang Tua Lakukan Pijat Bayi Lewat Gerakan “Tulus Hati”

Sabtu, 11 Oktober 2025 10:28 WIB
TP PKK Jateng Dorong Orang Tua Lakukan Pijat Bayi Lewat Gerakan “Tulus Hati”
Ketua TP PKK Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin memberikan sambutan secara virtual pada kegiatan “Kick Off Program Tulus Hati” di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (9/10/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) meluncurkan gerakan “Tulus Hati” (Tuang, Usap, Elus, Hangatkan Buah Hati) sebagai edukasi pijat bayi yang dilakukan langsung oleh orang tua untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal anak.

Kick Off gerakan ini digelar di Gradhika Bakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur, Kamis, bekerja sama dengan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang, Perhimpunan Kedokteran Digital Terintegrasi Indonesia (Predigti), dan PZ Cussons Indonesia.

Ketua TP PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin, menekankan manfaat pijat bayi bagi kesehatan, perkembangan motorik dan kognitif, serta memperkuat ikatan emosional antara ibu dan anak. Ia juga menyoroti pentingnya penggunaan bahan alami, seperti minyak telon, untuk menghindari risiko paparan bahan kimia.

“Pijat bayi yang dilakukan dengan bahan alami menjaga kesehatan bayi dari risiko paparan bahan kimia yang berpotensi membahayakan kesehatan dan kecerdasan bayi,” jelas Nawal melalui video conference pada kegiatan Kick Off.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2024 jumlah bayi di Indonesia mencapai 4,62 juta jiwa. Dari angka tersebut, 35 persen ibu memijat bayinya di klinik baby spa, 30,4 persen di dukun pijat, dan sisanya melakukan pemijatan sendiri.

Nawal menegaskan ada dua tantangan utama dalam praktik pijat bayi, yakni minimnya pengetahuan teknik pemijatan yang aman serta penggunaan minyak atau obat-obatan yang berisiko bagi kesehatan fisik, psikologis, dan perkembangan otak bayi.

“Teknik pemijatan yang salah atau penggunaan minyak yang berbahaya dapat mengancam kualitas SDM Indonesia di masa depan,” ujar istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.

Gerakan Tulus Hati menargetkan kader PKK dan Posyandu sebagai ujung tombak. Saat ini tercatat sekitar 1.984.308 kader PKK aktif dan 49.149 lembaga Posyandu di Jateng. Nawal yakin, jika program dijalankan dengan penuh komitmen, manfaatnya akan luas, tidak hanya bagi bayi dan keluarga, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan.

Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang sekaligus Ketua Umum Predigti, Agus Ujianto, menyatakan dukungannya dengan menyiapkan tenaga dokter profesional sebagai tutor pelatihan dan memanfaatkan teknologi digital untuk edukasi secara hybrid (luring dan daring).

“Pijatan ini bagian dari terapi wellness dan fisioterapi bayi. Sentuhan kasih sayang orang tua sangat penting untuk perkembangan bayi, terutama ibu Gen Z harus dilatih terlebih dahulu,” kata Agus.

Sementara itu, Marketing Director PZ Cussons Indonesia, Eva Rudjito, menegaskan program Tulus Hati sebagai wujud komitmen meningkatkan kualitas hidup keluarga, terutama tumbuh kembang bayi secara sehat dan alami. Produk minyak telon diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus pelestarian kekayaan alam Indonesia.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jateng, Iwanuddin Iskandar, mengapresiasi gerakan ini. Ia menekankan pentingnya kerja sama dengan PKK, Posyandu, dan pihak terkait lainnya untuk mengatasi berbagai persoalan sosial dan kesehatan di provinsi dengan jumlah penduduk hampir 37 juta jiwa.

“Tanpa dukungan PKK, Posyandu, dan semua pihak, upaya kita tidak akan maksimal,” tandas Iwanuddin.

Gerakan Tulus Hati diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan bahagia melalui perawatan bayi yang tepat, aman, dan penuh kasih sayang. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Polri Siapkan Posko Khusus untuk Permudah Pengurusan Dokumen Korban Kebakaran Kemayoran
Polri dan PLN Perkuat Pengamanan Jantung Kelistrikan Jateng-DIY Melalui Bintek Sistem Manajemen Pengamanan
KPK Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji, Negara Rugi Rp622 Miliar
Operasi Patuh 2026 Ditunda, Korlantas Polri Masih Lakukan Evaluasi
Kader PKK Karanganyar Diajari Olah Lele Tanpa Amis dan Budikdamber untuk Ketahanan Pangan Keluarga
Wamendikdasmen Dorong Guru Menjadi Arsitek Pembelajaran Melalui Pendekatan Deep Learning
komentar
beritaTerbaru