Rabu, 10 Juni 2026

Program MBG Dorong Pemanfaatan Hasil Panen dan Pemberdayaan Pekerja Lokal di Jateng

Kamis, 25 September 2025 10:07 WIB
Program MBG Dorong Pemanfaatan Hasil Panen dan Pemberdayaan Pekerja Lokal di Jateng
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau proses pengolahan makanan di SPPG Kadirejo, Pabelan, Kabupaten Semarang, Selasa (23/9/2025). (Dok/Humas Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Tengah tidak hanya meningkatkan pemenuhan gizi anak sekolah, ibu hamil, dan menyusui, tetapi juga memberi dampak pada perekonomian warga setempat.

Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Semarang atau dapur umum MBG yang berlokasi di Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, menjadi contoh nyata. SPPG ini memberdayakan pekerja lokal sekaligus menyerap hasil panen petani sekitar.

Kepala Desa Kadirejo, Riyadi, mengatakan manfaat utama SPPG adalah memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sasaran. Pada tahap awal terdapat sekitar 3.489 penerima manfaat dari target 3.997 orang. Mereka tersebar di SD, SMP, dan SMA di wilayah Desa Kadirejo, Giling, Jembrak, Tukang, dan Semowo.

Selain manfaat kesehatan, Riyadi menekankan, keberadaan SPPG juga berdampak ekonomi dan sosial. Dari total 50 karyawan yang bekerja, sekitar 80% merupakan warga lokal.

“Itu akan meningkatkan ekonomi masyarakat Kadirejo dan sekitarnya. Banyak manfaatnya, multi effect kalau saya bilang. Di samping itu, petani di sini semakin bergerak karena hasil pertanian dan peternakan bisa diserap oleh SPPG ini,” ujarnya saat mendampingi kunjungan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Selasa.

Menurut Riyadi, SPPG yang baru beroperasi dua hari tersebut rata-rata menyerap 200–250 kilogram beras dari petani per hari. Kebutuhan pokok lainnya juga dipasok oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kadirejo.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang hadir langsung meninjau SPPG mengatakan, khusus di wilayah Polda Jawa Tengah saat ini sudah ada 73 unit SPPG yang beroperasi. Jumlah itu akan ditambah dengan pembangunan 100 unit baru di berbagai Polres.

“Polri sampai saat ini sudah membangun 617 SPPG. Kita harapkan mampu melayani 2.159.500 penerima manfaat dan membuka lapangan kerja untuk 30.850 tenaga kerja. Progres pembangunan SPPG akan kita optimalkan hingga akhir tahun,” kata Listyo Sigit.

Ia juga menekankan pentingnya quality control dan food security dalam pengelolaan dapur MBG. “Pastikan sampai ke siswa dalam keadaan higienis dan siap saji. Itu menjadi penekanan kita di jajaran SPPG,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menambahkan, jumlah SPPG di provinsinya saat ini baru mencapai 1.285 unit atau 39,81% dari target 3.228 unit. Unit yang sudah beroperasi terdiri atas SPPG Mitra, Polri, TNI, dan Pondok Pesantren.

“Kita sudah bentuk satgas dari tingkat provinsi sampai kabupaten/kota. Kita gandeng seluruh mitra agar cepat terpenuhi. Terkait suplai bahan, koperasi merah putih juga sudah diarahkan untuk menyuplai,” ujar Luthfi.

Dengan keberadaan program MBG, pemerintah berharap gizi masyarakat terpenuhi sekaligus membuka peluang kerja dan menggerakkan ekonomi desa. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Operasi Patuh 2026 Ditunda, Korlantas Polri Masih Lakukan Evaluasi
Kader PKK Karanganyar Diajari Olah Lele Tanpa Amis dan Budikdamber untuk Ketahanan Pangan Keluarga
Wamendikdasmen Dorong Guru Menjadi Arsitek Pembelajaran Melalui Pendekatan Deep Learning
Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Peluang Investasi Strategis kepada Investor Malaysia
Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG pada 2026
Pemkab Taput Perkuat Layanan Kesehatan hingga Daerah Terpencil, Sinergi dengan BPJS Kesehatan Ditingkatkan
komentar
beritaTerbaru