Selasa, 07 Juli 2026

Program Bedah Jantung Saudi–Indonesia Berlanjut, Gubernur Sulsel Beri Dukungan

Jumat, 05 September 2025 07:19 WIB
Program Bedah Jantung Saudi–Indonesia Berlanjut, Gubernur Sulsel Beri Dukungan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama perwakilan King Salman Humanitarian Aid and Relief Center memberikan keterangan pers kegiatan alih iptek bedah jantung di RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Selasa (2/9/2025). (Dok/Kemenkes)
Makassar (buseronline.com) - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi kolaborasi program bedah jantung antara RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar dengan tim medis King Salman Humanitarian Aid and Relief Center dari Arab Saudi.

Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya membantu pasien yang membutuhkan layanan bedah jantung, tetapi juga menjadi sarana peningkatan kapasitas tenaga medis lokal.

“Kerja sama ini adalah bentuk pemecahan masalah bagi pasien-pasien kami yang membutuhkan,” ujar Andi dalam Konferensi Pers Kegiatan Alih Iptek Bedah Jantung, Selasa, di Makassar.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan siap mendukung keberlanjutan kolaborasi tersebut di masa mendatang.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya kerja sama lintas negara untuk memperkuat layanan kesehatan di Indonesia. Ia menyebut ketersediaan tenaga medis menjadi faktor kunci dalam pengoperasian teknologi medis modern.

“Karena berapapun alat yang kita pasang, kalau tidak ada dokternya, percuma,” kata Budi.

Dari pihak Arab Saudi, perwakilan King Salman Humanitarian Aid and Relief Center, Nouf Alnassar, menyampaikan kebanggaannya dapat terlibat dalam misi kemanusiaan ini.

“Melalui misi ini, kami tidak hanya hadir untuk memberikan bantuan, tetapi juga untuk bertukar ilmu bersama tim di Indonesia,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Koordinator Tim Medis, Dr Emad Abdullah Gh Bukhari, yang menilai kerja sama Saudi–Indonesia memiliki makna persaudaraan yang kuat.

“Kami datang ke sini sebagai saudara. Kami bekerja sama untuk menjalankan misi ini. Alhamdulillah, misi ini berhasil dengan baik,” katanya.

Menurut Emad, dukungan penuh pemerintah Indonesia menjadi faktor penting dalam kesuksesan program.
“Apa pun yang kami butuhkan demi kepentingan pasien, semua tersedia, didukung, dan diberikan,” jelasnya.

Program bedah jantung ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan, sekaligus memperkuat kapasitas tenaga medis dalam menangani prosedur jantung yang kompleks. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Prabowo: Kerja Sama Ekonomi Tetap Jadi Pilar Utama Hubungan Indonesia-Singapura
Bupati Taput Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Maklumat Pelayanan Sekolah
Bupati Taput Usulkan Huntara Adiankoting Jadi Hunian Tetap dalam Evaluasi BSRR
Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong Gelar Leaders' Retreat, Hasilkan 26 Kerja Sama Strategis
Wagub Jateng: Pendidikan Agama Jadi Kunci Ketenteraman Masyarakat dan Pembangunan SDM
Kemendikdasmen Perkuat Mutu Pembelajaran lewat Supervisi Pengelolaan Kinerja 2026
komentar
beritaTerbaru