Selasa, 07 Juli 2026

Layanan Operasi Bedah Jantung Terbuka Kini Tersedia di 27 Provinsi

Jumat, 05 September 2025 07:12 WIB
Layanan Operasi Bedah Jantung Terbuka Kini Tersedia di 27 Provinsi
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama tim medis dan perwakilan King Salman Humanitarian Aid and Relief Center menjenguk pasien usai operasi jantung terbuka di RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Selasa (2/9/2025). (Dok/Kemenkes)
Makassar (buseronline.com) - Akses layanan kesehatan di Indonesia terus mengalami pemerataan. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, kini operasi bedah jantung terbuka sudah dapat dilakukan di 27 provinsi, meningkat pesat dari hanya 9 provinsi saat awal ia menjabat.

“Sekarang sudah 27 provinsi bisa melakukan bedah jantung terbuka,” ujar Budi dalam konferensi pers Alih Iptek Bedah Jantung RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo bersama King Salman Humanitarian Aid and Relief Center, Selasa di Makassar.

Budi menargetkan, seluruh 34 provinsi di Indonesia dapat memiliki layanan bedah jantung terbuka pada 2026. “Mudah-mudahan akhir tahun depan, semua provinsi mampu melakukan pembedahan jantung terbuka,” katanya.

Menurutnya, ada tiga prosedur utama yang wajib dikuasai tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan daerah, yakni penggantian atau perbaikan katup, operasi bypass (CABG), dan pembedahan jantung pediatrik. Dengan pemerataan layanan tersebut, pasien tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke kota besar untuk mendapatkan tindakan penyelamatan jiwa.

Budi juga mendorong rumah sakit agar meningkatkan kompetensi dalam prosedur lebih kompleks. “Harapannya ke depan bukan hanya bypass atau penggantian katup, tetapi juga Tetralogy of Fallot hingga prosedur tingkat lanjut seperti Norwood atau Fontan,” jelasnya.

Direktur Utama RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo, Prof dr Syafri Kamsul Arif, menyambut baik langkah pemerintah dalam memperluas layanan bedah jantung. Menurutnya, inisiatif ini tidak hanya menyelamatkan banyak pasien, tetapi juga menjadi momentum penting bagi pengembangan teknologi medis dan peningkatan keterampilan tenaga kesehatan.

“Program ini bermanfaat besar, baik untuk pasien jantung anak maupun dewasa, sekaligus bagi pengembangan teknologi serta kompetensi tenaga medis. Kolaborasi internasional memberi kami eksposur signifikan pada teknik operatif, kardiologi intervensi, pediatri, hingga pembedahan dewasa,” ungkap Syafri.

Ia menambahkan, operasi bersama tim dari King Salman Humanitarian Aid and Relief berjalan sukses sekaligus menjadi sarana transfer keterampilan.

“Alhamdulillah sukses, ini sangat berarti sebagai transfer skill dan knowledge yang amat berharga bagi kami. Teman-teman dari intervensional kardiologi ikut membersamai, dan operasi berikutnya juga direncanakan di RS Wahidin,” tuturnya.

Syafri juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berupa donasi peralatan medis berteknologi tinggi. Dengan semakin kuatnya layanan di RS Wahidin, lebih banyak pasien dari kawasan timur Indonesia dapat ditangani di Makassar, tanpa perlu dirujuk ke Jakarta. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Prabowo: Kerja Sama Ekonomi Tetap Jadi Pilar Utama Hubungan Indonesia-Singapura
Bupati Taput Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Maklumat Pelayanan Sekolah
Bupati Taput Usulkan Huntara Adiankoting Jadi Hunian Tetap dalam Evaluasi BSRR
Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong Gelar Leaders' Retreat, Hasilkan 26 Kerja Sama Strategis
Wagub Jateng: Pendidikan Agama Jadi Kunci Ketenteraman Masyarakat dan Pembangunan SDM
Kemendikdasmen Perkuat Mutu Pembelajaran lewat Supervisi Pengelolaan Kinerja 2026
komentar
beritaTerbaru