Minggu, 21 Juni 2026

Menkes: Seluruh Provinsi Ditargetkan Bisa Lakukan Operasi Bypass Jantung pada 2027

Selasa, 02 September 2025 10:21 WIB
Menkes: Seluruh Provinsi Ditargetkan Bisa Lakukan Operasi Bypass Jantung pada 2027
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membuka The 2nd International Conference on Advancing Postgraduate Medical Education (PGME) 2025 di Hotel Raffles Jakarta, Rabu (27/8/2025). (Dok/Kemenkes)
Jakarta (buseronline.com) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan pada 2027 seluruh provinsi di Indonesia mampu melakukan operasi bypass jantung. Target ini diharapkan dapat mengakhiri ketimpangan layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di luar Pulau Jawa yang selama ini harus menunggu lama atau bahkan berpindah daerah untuk mendapatkan tindakan medis.

Hal tersebut disampaikan Menkes saat membuka The 2nd International Conference on Advancing Postgraduate Medical Education (PGME) 2025 di Hotel Raffles Jakarta, Rabu.

Budi mengungkapkan, pada akhir 2022 hanya sembilan provinsi yang memiliki kemampuan melakukan operasi bypass jantung. Kondisi tersebut menyebabkan antrean pasien memanjang hingga 6–18 bulan.

“Banyak keluarga kita bahkan pejabat daerah harus menunggu lama untuk bisa mendapatkan akses operasi," ujar Budi.

Situasi ini memaksa pasien dari daerah dirujuk ke Jawa dengan membawa keluarga, sehingga menimbulkan beban biaya tambahan dan risiko kematian akibat keterlambatan tindakan medis.

Kemenkes kini memperluas ketersediaan layanan operasi bypass. Dari sembilan provinsi pada 2022, jumlahnya meningkat menjadi 25 provinsi pada 2024. Menkes menargetkan pada akhir 2027 seluruh provinsi di Indonesia dapat melaksanakan operasi bypass jantung.

Ia menegaskan pemerataan layanan kesehatan menjadi prioritas utama pemerintah. “Sehingga semua masyarakat Indonesia tidak perlu antre lama, tidak perlu pindah semua keluarganya ke Jawa hanya untuk mendapatkan layanan operasi. Tahun 2027, semua provinsi sudah bisa melakukan operasi bypass jantung,” tegasnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah menggandeng organisasi profesi dan rumah sakit rujukan di daerah. Dukungan pemerintah daerah, khususnya gubernur dan kepala daerah, dinilai sangat penting agar target dapat tercapai.

Budi menambahkan, pemerataan layanan operasi jantung ini sejalan dengan misi transformasi kesehatan nasional. Pemerintah tidak hanya menyiapkan peralatan medis, tetapi juga melakukan pemetaan kebutuhan dokter spesialis secara sistematis untuk menghindari kesenjangan layanan. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pemprov Jateng dan LPSK Teken MoU Perlindungan Saksi dan Korban
PMI Demak Pastikan Donor Darah Aman, Ajak Warga Donor Sukarela
Persaja Berikan Penyuluhan Hukum dan Motivasi bagi Warga Binaan Perempuan di Lapas Jakarta
Desa Doreng Ditetapkan sebagai Desa Siaga TBC, Dukung Target Eliminasi 2030
Paraguay Bungkam Turki 1-0, Tim Bulan Sabit Dipastikan Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Apindo Dukung Jawa Tengah Jadi Pusat Investasi Nasional
komentar
beritaTerbaru