Selasa, 07 April 2026

RS Maranatha Didorong Menkes Jadi Teladan RS Humanis dan Efisien

Sabtu, 09 Agustus 2025 10:08 WIB
RS Maranatha Didorong Menkes Jadi Teladan RS Humanis dan Efisien
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin (tengah) bersama Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dan Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha Orias Petrus Mudak saat meresmikan gedung perawatan VIP dan pusat rehabilitasi medis RS Maranatha
Bandung (buseronline.com) - Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mendorong Rumah Sakit Maranatha di Bandung menjadi contoh rumah sakit yang tidak hanya efisien secara pengelolaan, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam memberikan pelayanan, terutama kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS).

Hal tersebut disampaikan Menkes saat meresmikan gedung perawatan VIP dan pusat rehabilitasi medis RS Maranatha pada Kamis. Dalam kunjungannya, Menkes mengapresiasi kebersihan dan fasilitas yang dimiliki rumah sakit tersebut.

“Tempatnya bersih dan bagus. Mudah-mudahan kualitas ini bisa terus dijaga, tidak hanya lima tahun, tapi sepuluh tahun ke depan,” kata Menkes.

Ia menekankan bahwa standar fisik seperti kebersihan dan kenyamanan harus dibarengi dengan efisiensi dalam pengelolaan rumah sakit. Banyak rumah sakit, kata dia, masih merugi akibat ketidakefisienan dalam pembelian obat dan alat kesehatan, serta keterlambatan pembayaran dari BPJS.

“Supaya layanan makin baik, rumah sakit juga harus untung. Ada rumah sakit yang pasiennya 95% BPJS, tapi marginnya bisa sampai 28% karena efisien,” tegasnya.

Selain aspek manajerial, Menkes juga mendorong RS Maranatha berperan aktif dalam mencetak tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis dan dokter gigi, sebagai bagian dari upaya mengatasi kekurangan tenaga medis di Indonesia. Ia menyoroti bahwa rasio jumlah dokter di Indonesia masih tertinggal dibanding negara-negara ASEAN lainnya.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, yang turut hadir dalam peresmian tersebut, menyambut baik peran RS Maranatha dalam mendukung transformasi sistem layanan kesehatan di Provinsi Jawa Barat. Ia menekankan pentingnya pelayanan yang humanis.

“Pasien harus dipandang sebagai manusia seutuhnya, bukan hanya kasus medis, tapi juga secara rohani dan sosial,” ujar Erwan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, lanjutnya, berkomitmen memperkuat ekosistem kesehatan melalui regulasi, kemitraan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha, Orias Petrus Mudak, menyebut bahwa 95% pasien RS Maranatha merupakan peserta BPJS. Ia menegaskan bahwa meskipun rumah sakit belum memperoleh keuntungan, pelayanan kepada pasien tetap berjalan.

“Pelayanan tidak menunggu rumah sakit untung. Sekalipun belum untung, kami tetap berjalan,” katanya.

RS Maranatha saat ini melayani hingga 12.000 pasien per bulan. Dengan diresmikannya gedung baru, kapasitas tempat tidur rumah sakit meningkat dari 100 menjadi 250. Yayasan juga tengah mengembangkan layanan lanjutan, termasuk Rumah Sakit Gigi dan Mulut, serta klinik spesialis yang akan dibuka di kawasan Cihampelas.

Diharapkan, RS Maranatha dapat menjadi model rumah sakit yang tidak hanya andal dari sisi medis dan manajemen, tetapi juga menjadi panutan dalam memberikan pelayanan yang manusiawi bagi seluruh lapisan masyarakat. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
Bripda Petra Sihombing Raih Emas di KASAL Cup V 2026
Timnas Indoor Skydiving Indonesia Siap Tampil di World Cup Lille 2026
Irwil V Itwasum Polri Tinjau Mapolsek Kamuu Pasca Penyerangan OTK
komentar
beritaTerbaru