Senin, 22 Juni 2026

Cek Kesehatan Gratis Serentak Digelar di Sekolah Mulai 4 Agustus

Minggu, 03 Agustus 2025 07:05 WIB
Cek Kesehatan Gratis Serentak Digelar di Sekolah Mulai 4 Agustus
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes RI, dr Endang Sumiwi memaparkan lokasi pelaksanaan kick-off Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah secara daring di Jakarta, Kamis (31/7/2025).
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah akan meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara serentak di sekolah-sekolah pada 4 Agustus 2025. Kick-off program akan berlangsung di 12 lokasi yang tersebar di berbagai daerah sebagai bagian dari percepatan realisasi program “Hasil Terbaik Cepat” Presiden Prabowo Subianto di bidang kesehatan.

Program ini menjadi bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional yang kini semakin mengedepankan pendekatan promotif dan preventif. Pemerintah menargetkan lebih dari 53 juta siswa dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK, hingga pesantren di seluruh Indonesia akan terlayani dalam program ini.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menekankan pentingnya kesehatan sebagai fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul di masa depan.

“Kalau tanpa didukung oleh kesehatan fisik, mental, dan moral, maka kompetensi anak-anak kita tidak bisa maksimal,” tegas Pratikno.

Ia menambahkan, program ini bukan semata-mata untuk mendeteksi penyakit, melainkan juga sebagai upaya menjaga dan memelihara kesehatan anak sejak dini.

“Yang lebih penting lagi adalah bagaimana menjaga kesehatan anak-anak kita. Jadi bukan hanya untuk tahu sakitnya, tapi agar tetap sehat,” ujarnya.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers daring, Kamis, menyebutkan bahwa cakupan program ini sangat luas dan menyasar semua lapisan masyarakat, dimulai dari anak-anak usia sekolah.

“Kita harapkan program cek kesehatan gratis ini bisa menjangkau sekolah-sekolah di bawah Kementerian Agama, sekolah rakyat, dan sekolah umum,” jelas Budi.

Program CKG sendiri sudah berjalan sejak enam bulan lalu dan telah menjangkau 16,4 juta masyarakat. Dengan perluasan ke satuan pendidikan, pemerintah menargetkan cakupan mencapai 280 juta penduduk Indonesia setiap tahunnya.

Pelaksanaan CKG di sekolah akan dilakukan secara kolaboratif antara tenaga kesehatan puskesmas dan tenaga pendidik. Pemeriksaan mencakup status gizi, tekanan darah, kesehatan mata, telinga, gigi, kesehatan mental, dan kebugaran jasmani.

Untuk tingkat SMP dan SMA, pemeriksaan ditambah dengan skrining anemia, talasemia, dan kesehatan reproduksi.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, dr Maria Endang Sumiwi memastikan bahwa pemeriksaan siswa SD tidak melibatkan pengambilan darah, sehingga tidak perlu menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua.

“Jadi jangan takut, tidak ada yang disuntik. Pemeriksaannya hanya meliputi tinggi badan, berat badan, tekanan darah, gigi, mata, dan telinga,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari Kementerian Agama. Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menyatakan bahwa pihaknya siap berkoordinasi untuk mendukung kelancaran program di pesantren dan madrasah.

“Kita terus berkoordinasi dengan kawan-kawan Kemenkes untuk menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Komunikasi Presiden, Hasan Hasbi menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung pelaksanaan kick-off, termasuk mengerahkan juru bicara dan tenaga komunikasi di lokasi acara.

“Pemeriksaan jemput bola ke sekolah adalah bukti pemerintah mengubah budaya lama, yang baru memeriksakan diri saat sakit. Sekarang pemerintah justru datang langsung ke sekolah-sekolah,” ucapnya.

Berikut adalah 12 lokasi pelaksanaan kick-off CKG Sekolah pada 4 Agustus 2025:

1. SD Cideng 02, Jakarta Pusat

2. MIN 8 Jagakarsa, Jakarta Selatan

3. SMKN 26, Jakarta Timur

4. Pesantren Asshiddiqiyah Kedoya, Jakarta Barat

5. SMA Negeri 6, Tangerang Selatan

6. SD Prestasi Global, Depok

7. SMPN 5 Kota Bandung

8. MTs Persis 1-2 Kota Bandung

9. SLB Negeri, Semarang

10. SMPN 1 Padangan, Bojonegoro

11. Pesantren Al-Amanah, Sidoarjo

12. SMPK Penabur, Gading Serpong

Dengan program ini, pemerintah berharap dapat membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini dan memperkuat pencegahan penyakit sebagai langkah strategis menuju Indonesia Sehat. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pemprov Jateng dan LPSK Teken MoU Perlindungan Saksi dan Korban
PMI Demak Pastikan Donor Darah Aman, Ajak Warga Donor Sukarela
Persaja Berikan Penyuluhan Hukum dan Motivasi bagi Warga Binaan Perempuan di Lapas Jakarta
Desa Doreng Ditetapkan sebagai Desa Siaga TBC, Dukung Target Eliminasi 2030
Paraguay Bungkam Turki 1-0, Tim Bulan Sabit Dipastikan Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Apindo Dukung Jawa Tengah Jadi Pusat Investasi Nasional
komentar
beritaTerbaru