Selasa, 07 April 2026

Mengenal Hepatitis: Jenis, Cara Penularan, dan Upaya Pencegahannya

Rabu, 30 Juli 2025 07:12 WIB
Mengenal Hepatitis: Jenis, Cara Penularan, dan Upaya Pencegahannya
Ilustrasi Hepatitis.
Medan (buseronline.com) - Hepatitis merupakan penyakit peradangan hati yang bisa disebabkan oleh virus maupun faktor non-virus. Dokter Spesialis dari Rumah Sakit Umum Alfuadi, dr M Allif Maulana Syafrin Lubis MKed, mengungkapkan bahwa selain virus, penyebab hepatitis juga bisa berasal dari bahan kimia, konsumsi alkohol berlebihan, serta penyalahgunaan obat-obatan.

“Virus yang menyebabkan hepatitis terdiri dari lima tipe, yaitu A, B, C, D, dan E. Di antara kelimanya, virus hepatitis A dan E merupakan penyebab utama terjadinya wabah karena penularannya melalui jalur fecal-oral,” ujar dr Allif, Senin (28/7/2025).

Lebih lanjut, dr Allif menjelaskan perbedaan utama antara hepatitis A, B, dan C, baik dari segi penularan maupun upaya pencegahannya.

Hepatitis A ditularkan melalui jalur fecal-oral, yakni dari kontak langsung antara orang ke orang, makanan atau air yang terkontaminasi, serta benda-benda yang terkena kotoran orang yang terinfeksi.

“Pencegahan hepatitis A bisa dilakukan melalui imunisasi serta perubahan perilaku. Ini termasuk peningkatan sanitasi, mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, setelah buang air besar, mencuci peralatan masak dan makanan dengan bersih, serta memasak makanan hingga matang,” jelasnya.

Berbeda dari hepatitis A, hepatitis B menular melalui darah atau cairan tubuh seperti air liur, cairan sperma, dan cairan vagina. Penularan juga bisa terjadi secara vertikal, dari ibu hamil yang terinfeksi ke bayi yang dilahirkannya, serta melalui hubungan seksual yang tidak aman, penggunaan jarum suntik bekas, transfusi darah tanpa penyaringan, atau prosedur dialisis ginjal.

“Untuk mencegah hepatitis B, imunisasi menjadi langkah penting, selain itu juga perlu perubahan perilaku, seperti menjaga kebersihan diri, menghindari hubungan seksual berisiko, tidak berganti-ganti pasangan, dan menjauhi narkoba,” terang dokter alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) itu.

Sementara itu, hepatitis C paling sering ditularkan melalui penggunaan jarum suntik yang terkontaminasi, transfusi darah yang tidak aman, serta transplantasi organ dari donor yang telah terinfeksi. Dalam beberapa kasus, hepatitis C juga dapat menular melalui Air Susu Ibu (ASI).

“Hepatitis C cenderung memiliki gejala yang ringan sehingga sering kali tidak disadari oleh penderitanya. Oleh karena itu, penting untuk menghindari faktor-faktor pemicu dan menjaga gaya hidup sehat sebagai langkah pencegahan,” ujarnya.

dr Allif menekankan pentingnya edukasi masyarakat tentang jenis, penyebab, dan cara pencegahan hepatitis untuk mencegah penularan lebih luas di masyarakat. Ia juga mendorong masyarakat agar tidak mengabaikan gejala awal dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami keluhan terkait fungsi hati.

“Deteksi dini dan pencegahan lebih baik daripada mengobati. Mari jaga kesehatan hati kita bersama,” pungkasnya. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
Bripda Petra Sihombing Raih Emas di KASAL Cup V 2026
Timnas Indoor Skydiving Indonesia Siap Tampil di World Cup Lille 2026
komentar
beritaTerbaru