Senin, 22 Juni 2026

Sinergi Kemdiktisaintek-Kalbe Dorong Ekosistem Riset Kesehatan Nasional

Minggu, 29 Juni 2025 07:18 WIB
Sinergi Kemdiktisaintek-Kalbe Dorong Ekosistem Riset Kesehatan Nasional
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, bersama Presiden Direktur Kalbe Farma, Irawati Setiady, usai menandatangani Perjanjian Kerja Sama penguatan ekosistem inovasi kesehatan di Kalbe Innovation Center, Jakarta, Senin (1
Jakarta (buseronline.com) - Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Kalbe Farma Tbk dalam upaya memperkuat ekosistem riset dan inovasi di sektor kesehatan nasional.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini berlangsung di Kalbe Innovation Center, Jakarta, pada Senin, dalam kunjungan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Fauzan Adziman beserta jajaran.

Kolaborasi ini mencakup pembinaan talenta riset, pelaksanaan riset kolaboratif, serta hilirisasi hasil riset untuk mendorong penerapan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kemitraan seperti ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem riset yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata masyarakat melalui pemanfaatan hasil riset di dunia industri,” ujar Dirjen Fauzan dalam sambutannya.

Salah satu bentuk implementasi awal kerja sama ini adalah dukungan Kemdiktisaintek terhadap penyelenggaraan Ristek Kalbe Science Awards (RKSA) 2025, ajang penghargaan yang telah menjadi tolok ukur riset strategis di bidang sains dan teknologi kesehatan sejak pertama kali digelar pada 2008.

Presiden Direktur Kalbe, Irawati Setiady, menekankan bahwa RKSA bukan sekadar ajang penghargaan, melainkan bagian dari strategi hilirisasi riset agar hasil riset tidak berhenti di laboratorium atau jurnal ilmiah, tetapi bertransformasi menjadi solusi yang berdampak ekonomi dan sosial.

“Model kolaborasi pentaheliks – antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan media – menjadi kunci dalam menciptakan keberlanjutan inovasi yang relevan dan responsif terhadap tantangan global,” jelas Irawati.

Lebih lanjut, ia menegaskan perlunya peran aktif dunia industri dalam mendukung riset dan pengembangan nasional. “Melalui kemitraan ini, Kalbe berkomitmen untuk menciptakan ekosistem riset yang dinamis, produktif, dan berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Artificial Intelligence (AI) & Software Center Kalbe, Edwin Simjaya, menyampaikan bahwa tema utama RKSA 2025 akan berfokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam riset kesehatan. Pendanaan riset akan diprioritaskan untuk penelitian di bidang life sciences yang menempatkan AI sebagai penggerak utama inovasi.

Dirjen Fauzan juga menyampaikan bahwa Kemdiktisaintek akan membuka skema pendanaan riset yang lebih fleksibel dan relevan terhadap kebutuhan industri, termasuk melalui mekanisme kompetisi, invitasi, hingga mandat langsung. Pendanaan riset akan berasal dari BOPTN dan LPDP, dengan fokus pada sektor-sektor strategis seperti stem cell, farmasi, dan teknologi kesehatan berbasis AI.

“Paradigma riset harus berubah. Bukan lagi hasil riset ditawarkan ke industri, tapi kita mulai dengan mendengarkan apa kebutuhan industri. Dari situlah pemerintah masuk untuk memberikan dukungan pendanaan dan kebijakan,” tegas Fauzan.

Kerja sama antara Kemdiktisaintek dan Kalbe ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi riset-industri yang berkelanjutan, mencetak inovasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berdampak luas terhadap pembangunan sektor kesehatan Indonesia. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pemprov Jateng dan LPSK Teken MoU Perlindungan Saksi dan Korban
PMI Demak Pastikan Donor Darah Aman, Ajak Warga Donor Sukarela
Persaja Berikan Penyuluhan Hukum dan Motivasi bagi Warga Binaan Perempuan di Lapas Jakarta
Desa Doreng Ditetapkan sebagai Desa Siaga TBC, Dukung Target Eliminasi 2030
Paraguay Bungkam Turki 1-0, Tim Bulan Sabit Dipastikan Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Apindo Dukung Jawa Tengah Jadi Pusat Investasi Nasional
komentar
beritaTerbaru