Jumat, 19 Juni 2026

Menkes Budi: Pemahaman DNA Jadi Fondasi Revolusi Industri Kesehatan

Rabu, 18 Juni 2025 07:15 WIB
Menkes Budi: Pemahaman DNA Jadi Fondasi Revolusi Industri Kesehatan
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pidato kunci pada International Conference bertema “Light-induced Emergent Phenomena in Low-dimensional Materials” di Awan Auditorium UID Bali Campus, Senin (16/6/2025).
Bali (buseronline.com) - Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin, menyatakan bahwa penemuan struktur DNA merupakan titik balik revolusioner dalam dunia medis. Ia menilai, peran DNA dalam bidang kesehatan sejajar dengan peran penemuan partikel terkecil dalam fisika yang melahirkan industri teknologi modern.

“Penemuan-penemuan ilmiah besar selalu dimulai dari pemahaman terhadap komponen terkecil,” ujar Menkes Budi saat menyampaikan pidato kunci dalam International Conference di Awan Auditorium UID Bali Campus, Senin.

Menurutnya, sebagaimana pemahaman terhadap atom dan partikel subatomik memicu terciptanya laser, transistor, mikroprosesor, hingga internet, kini revolusi serupa sedang berlangsung di dunia medis dengan DNA sebagai pusatnya.

Budi menjelaskan bahwa struktur heliks ganda DNA yang ditemukan James Watson dan Francis Crick pada 1952 bukan sekadar pencapaian ilmiah, tetapi telah menjadi dasar bagi perkembangan pesat dunia pengobatan modern termasuk simulasi biologis, rekayasa molekuler, dan terapi-terapi baru.

“Dulu, mengembangkan terapi berbasis otot bisa memakan waktu hingga 30 tahun. Sekarang, dengan simulasi DNA, solusi bisa ditemukan hanya dalam 22 bulan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menkes memaparkan bahwa bioteknologi kini menjadi tulang punggung industri medis baru. Pemanfaatan monoclonal antibody, protein inducers, teknologi GLP-1 untuk mengendalikan berat badan, serta PCSK9 untuk menurunkan kolesterol merupakan contoh kemajuan berbasis pemahaman DNA.

“Industri kesehatan sedang mengalami pergeseran besar. Ini bukan sekadar perbaikan layanan, tapi perubahan paradigma menuju pengobatan yang lebih presisi, personal, dan berbasis data biologis,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa revolusi ini tak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga pada hewan, tumbuhan, bahkan keseluruhan ekosistem kehidupan.

Sebagai lulusan fisika, Budi melihat adanya paralel antara revolusi teknologi dan revolusi di bidang kesehatan. Ia membandingkan peran DNA dalam pengobatan masa depan dengan peran transistor dalam melahirkan industri komputer.

“Saya percaya, dalam 10 hingga 20 tahun ke depan, industri kesehatan akan mengalami lompatan besar yang belum pernah terjadi sebelumnya,” katanya optimis.

Di akhir pidato, Menkes menekankan pentingnya menjadikan sains sebagai landasan dalam perumusan kebijakan kesehatan. Ia mengajak semua pihak untuk terus belajar dan terbuka terhadap perubahan.

“Penemuan terhadap komponen terkecil baik dalam fisika maupun biologi selalu membangkitkan potensi baru bagi umat manusia. Jadi tetap sehat, tetap belajar, dan tetap berharap,” tutup Budi. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Mendikdasmen Apresiasi Peran Sekolah Swasta dalam Pendidikan Nasional, Resmikan Gedung Baru di SMP-SMA Islam Hidayatullah Semarang
Kementan Percepat Perbenihan Nasional untuk Wujudkan Swasembada Bawang Putih
Jateng Gencarkan Literasi Keuangan hingga Desa, Cegah Pinjol Ilegal dan Judi Online
Pemerintah Klaim Harga TBS Sawit Mulai Pulih, Pengawasan Terus Diperketat
Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan Medan 2026, Wali Kota Tekankan Penguatan Generasi Berprestasi
Kemendikdasmen Gelar Sosialisasi EKKA 2026 untuk Siapkan Talenta AI Muda
komentar
beritaTerbaru