Selasa, 07 April 2026

Bio Farma Gelar Vaksinasi untuk 200 Petugas Kebersihan Kota Bandung

Senin, 16 Juni 2025 04:20 WIB
Bio Farma Gelar Vaksinasi untuk 200 Petugas Kebersihan Kota Bandung
Seorang petugas kebersihan menerima suntikan vaksin tetanus secara simbolis dalam kegiatan vaksinasi massal yang diselenggarakan Bio Farma untuk 200 petugas kebersihan Kota Bandung, di Kantor Pusat Bio Farma.
Bandung (buseronline.com) - Sebanyak 200 petugas kebersihan dari UPTD Pengelolaan Sampah Kota Bandung menerima vaksinasi dalam kegiatan yang digelar di Kantor Pusat Bio Farma, sebagai upaya menjaga kesehatan para pekerja yang tergolong kelompok rentan.

Petugas kebersihan setiap hari bersinggungan langsung dengan limbah padat, tanah, serta benda tajam dan berkarat yang berisiko tinggi membawa bakteri Clostridium tetani, penyebab infeksi tetanus yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius hingga kematian.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bio Farma. VP TJSL, HSE, Aset, dan Umum Bio Farma, Tjut Vina Irviyanti menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung perlindungan kesehatan kelompok pekerja rentan.

“Kami berkomitmen menghadirkan solusi preventif bagi kelompok pekerja yang rentan. Melalui vaksinasi ini, kami ingin membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya perlindungan kesehatan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan,” ujar Tjut Vina.

Kegiatan dimulai dengan penyuntikan vaksin secara simbolis kepada beberapa perwakilan petugas, kemudian dilanjutkan vaksinasi massal dalam dua sesi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung Dudy Prayudi mengapresiasi langkah Bio Farma. Ia menilai kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian sekaligus mitigasi nyata terhadap risiko kesehatan para petugas kebersihan.

“Vaksinasi ini bukan hanya bentuk kepedulian, tapi juga langkah mitigasi kesehatan yang nyata. Kami sangat mendukung inisiatif Bio Farma,” ungkap Dudy.

Salah satu peserta, Juju Sulaiman dari UPTD wilayah Cibeunying, menyambut positif program ini.

“Ada rekan saya yang dulu terkena infeksi saat bertugas. Program seperti ini sangat penting bagi kami,” ujarnya.

Menurut data WHO tahun 2020, Indonesia mencatat lebih dari 2.700 kematian akibat tetanus, dengan angka kematian mencapai 1,13 per 100.000 penduduk. Angka tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-22 dunia, menandakan pentingnya upaya preventif seperti vaksinasi bagi kelompok rentan.

Program ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perlindungan tenaga kerja rentan.

Sebagai BUMN di bidang kesehatan, Bio Farma menegaskan kembali peran aktifnya tidak hanya dalam penyediaan produk kesehatan, tetapi juga dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Manajemen Mudik Lebaran 2026 Tuai Apresiasi
Presiden Prabowo Buka Istana untuk Anak-anak Sekolah
Bupati Taput Temui Kepala BBPJN Sumut
Pemko Medan Dorong Budaya Melayu Lebih Dekat dengan Masyarakat Lintas Suku
Pemkab Pati Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan PAUD
Wali Kota Bandung Tekankan Pelestarian Kawasan Bersejarah
komentar
beritaTerbaru