Selasa, 07 April 2026

Lebih dari 8,2 Juta Warga Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Sabtu, 14 Juni 2025 04:17 WIB
Lebih dari 8,2 Juta Warga Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Petugas kesehatan memeriksa kadar gula darah warga dalam pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di salah satu lokasi layanan.
Jakarta (buseronline.com) - Sejak diluncurkan pada 10 Februari 2025, lebih dari 8,2 juta warga Indonesia telah mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas sebagai bagian dari Quick Win Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui deteksi dini penyakit dan edukasi pencegahan.

Kementerian Kesehatan mencatat tiga masalah kesehatan utama yang ditemukan selama pelaksanaan program, yaitu hipertensi, diabetes melitus, dan gangguan kesehatan gigi dan mulut.

Data per 12 Juni 2025 menunjukkan bahwa 1 dari 5 peserta mengalami hipertensi, 5,9% menderita diabetes melitus, dan 1 dari 2 peserta memiliki masalah gigi, mulai dari gigi berlubang, gigi goyang, hingga gusi turun.

Selain itu, obesitas sentral juga menjadi perhatian serius. Berdasarkan pengukuran lingkar pinggang (>90 cm untuk laki-laki dan >80 cm untuk perempuan), tercatat 50% perempuan dan 25% laki-laki mengalami obesitas sentral.

Penyakit tidak menular ini kini tak lagi hanya menyerang lansia, tetapi juga mulai muncul di kalangan usia muda. Bahkan, 1 dari 3 orang berusia di atas 40 tahun terdiagnosis hipertensi, dan 1 dari 10 mengidap diabetes.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menyoroti bahwa hipertensi, diabetes, dan obesitas merupakan faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke dua penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

"Masalah kesehatan gigi ternyata sangat tinggi, termasuk saya sendiri baru sadar. Tapi yang lebih penting, tiga masalah besar lainnya adalah faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Dan dua penyakit inilah penyebab kematian nomor satu dan dua di Indonesia,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya deteksi dini dan perubahan gaya hidup sehat sebagai investasi masa depan.

“Kalau kita tahu lebih awal, kita bisa perbaiki. Entah dengan mengubah gaya hidup atau dengan pengobatan. Sehat itu investasi. Dan ini pesan langsung dari Presiden: jaga kesehatan agar rakyat Indonesia bisa bekerja, produktif, dan membawa negara kita menjadi negara maju di tahun 2045,” tambahnya.

Program CKG saat ini telah dilaksanakan di 9.552 puskesmas di 38 provinsi. Partisipasi tertinggi tercatat di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, yang menyumbang sekitar 60% dari total peserta.

Sebaliknya, tingkat partisipasi terendah ditemukan di Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Ketimpangan juga terjadi berdasarkan gender, di mana 62,2% peserta adalah perempuan, dan hanya 37,7% laki-laki yang ikut serta.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes dr Endang Sumiwi menyatakan bahwa target nasional 100 juta pemeriksaan kesehatan sangat mungkin tercapai pada tahun ini.

Dengan laju pemeriksaan mencapai 200.000 orang per hari atau sekitar 4 juta per bulan, pemerintah optimis dapat menambah 30-40 juta peserta dari komunitas umum dalam enam hingga tujuh bulan ke depan.

Mulai Juli 2025, Kemenkes juga akan meluncurkan Program CKG Sekolah, yang menyasar hingga 50 juta siswa jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Program ini akan difokuskan pada pemeriksaan kesehatan anak dan remaja, mencakup aspek gizi, tumbuh kembang, penglihatan, pendengaran, dan kesehatan mental, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

“CKG bersifat adaptif dan disesuaikan dengan risiko individu. Semua peserta pasti mendapatkan layanan dasar, seperti cek tekanan darah, gula darah, mata, telinga, dan kesehatan jiwa,” jelas dr Endang.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat melalui:

Mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis, asin, dan berlemak,

Aktif bergerak minimal 30 menit per hari,

Rutin memeriksakan tekanan darah dan gula darah, serta

Menjaga kesehatan gigi dengan prinsip 4M: menggosok gigi, membatasi gula, memeriksa gigi secara rutin, dan mengonsumsi buah serta sayur.

Masyarakat dapat memanfaatkan layanan CKG dengan mendatangi Puskesmas terdekat atau mendaftar melalui aplikasi Satu Sehat Mobile.

Program ini bukan sekadar pemeriksaan, tetapi merupakan langkah awal menuju transformasi gaya hidup sehat bagi seluruh masyarakat Indonesia. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
Bripda Petra Sihombing Raih Emas di KASAL Cup V 2026
Timnas Indoor Skydiving Indonesia Siap Tampil di World Cup Lille 2026
Irwil V Itwasum Polri Tinjau Mapolsek Kamuu Pasca Penyerangan OTK
Dirkamsel Korlantas Tekankan Integritas dan Ketelitian dalam Apel Pagi NTMC
komentar
beritaTerbaru