Rabu, 08 April 2026

Rumah Amal Salman Tingkatkan Akses Makanan Bergizi Lewat Program I-RAS di Garut

Selasa, 20 Mei 2025 07:39 WIB
Rumah Amal Salman Tingkatkan Akses Makanan Bergizi Lewat Program I-RAS di Garut
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin bersama Wakil Rektor ITB Prof Irwan Meilano meninjau fasilitas budidaya ikan Nila dan aquaponik dalam program pengentasan stunting di Desa Karyasari, Kabupaten Garut, Kamis (15/5/2025). (Dok/Diskominfo Garut)
Garut (buseronline.com) - Rumah Amal Salman berkolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Pemerintah Kabupaten Garut meresmikan program inovatif bertajuk Peningkatan Akses Makanan Bergizi untuk Masyarakat Miskin – Stunting melalui Budidaya Nila dan Aquaponik. Peresmian program berlangsung di Desa Karyasari, Kabupaten Garut, pada Kamis.

Program ini mengusung pendekatan teknologi melalui sistem Integrated Recirculate Aquaculture System (I-RAS) dan bioflok, yang terintegrasi dengan sistem pertanian aquaponik, sebagai solusi berkelanjutan dalam penyediaan makanan bergizi dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Program ini bertujuan menyediakan akses protein hewani dan sayuran organik secara berkelanjutan dan terjangkau bagi masyarakat miskin, khususnya di daerah dengan risiko stunting. Di samping itu, kegiatan ini juga diharapkan mendorong kemandirian ekonomi melalui pemanfaatan teknologi akuakultur dan pertanian modern.

Program ini diinisiasi oleh Rumah Amal Salman, didukung oleh ITB sebagai mitra teknologi dan ilmiah, serta Pemerintah Kabupaten Garut sebagai pihak yang memberikan dukungan wilayah dan regulasi. Peresmian dihadiri langsung oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dan Wakil Rektor ITB Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi, Prof. Irwan Meilano.

Pelaksanaan program dilakukan di atas lahan seluas 1.200 meter persegi di Desa Karyasari, yang dilengkapi dengan 12 kolam budidaya ikan Nila di dalam greenhouse seluas 370 meter persegi.

Dalam satu siklus produksi, program ini diproyeksikan mampu menghasilkan antara 1 hingga 4 ton ikan Nila, serta 6.200 pot sayuran organik berbasis aquaponik setiap dua minggu.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyambut positif program ini dan menyebutnya sebagai proyek percontohan yang potensial diterapkan di wilayah lain di Garut. Ia menyoroti efisiensi sistem sirkulasi air dalam budidaya, yang cocok diterapkan di daerah dengan keterbatasan air.

“Ini bisa dijadikan prototype di beberapa daerah. Air yang digunakan bersirkulasi, jadi efisien. Tentu saja perlu penyesuaian skalanya, pakannya, dan lainnya, tapi ini memberikan insight baru untuk meningkatkan penyediaan makanan bergizi,” ujar Syakur.

Ia juga menambahkan bahwa program ini tak hanya bermanfaat dalam aspek kesehatan, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat melalui hasil pertanian organik bernilai ekonomi tinggi.

Wakil Rektor ITB Prof Irwan Meilano menilai program ini sebagai contoh kolaborasi ideal antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat. Ia menekankan penggunaan teknologi terbaru dalam budidaya ikan dan pertanian, yang ramah lingkungan dan efisien.

“Teknologinya salah satu yang terbaik di Indonesia. Harapannya, produk dari budidaya ini bisa memperbaiki gizi masyarakat karena ikan Nila kaya akan nutrisi penting,” jelas Prof Irwan.

Ketua Umum Rumah Amal Salman, Mipi Ananta Kusuma, menyatakan bahwa program ini merupakan kontribusi nyata terhadap program Kampus Berdampak yang tengah digalakkan pemerintah pusat.

“Kami mendukung penuh program nasional ini. Kampus dan lembaga sosial perlu turun langsung menyelesaikan masalah lokal yang beragam. Dengan kolaborasi, pendekatan, dan teknologi yang tepat, insya Allah ini akan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut data lokal, masalah kekurangan gizi dan stunting masih menjadi tantangan besar di Kabupaten Garut, terutama di wilayah-wilayah dengan keterbatasan sumber daya alam. Oleh karena itu, integrasi antara teknologi akuakultur dan pertanian dinilai sebagai solusi inovatif dan berkelanjutan.

Dengan semangat kolaboratif dan pendekatan teknologi mutakhir, program I-RAS dan aquaponik yang digagas Rumah Amal Salman ini diharapkan menjadi model pembangunan masyarakat berbasis inovasi dan kemandirian pangan yang dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pemkab Rembang Perkuat Budaya Donor Darah, Stok Diharapkan Lebih Stabil
Manajemen Mudik Lebaran 2026 Tuai Apresiasi
Presiden Prabowo Buka Istana untuk Anak-anak Sekolah
Bupati Taput Temui Kepala BBPJN Sumut
Pemko Medan Dorong Budaya Melayu Lebih Dekat dengan Masyarakat Lintas Suku
Pemkab Pati Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan PAUD
komentar
beritaTerbaru