Kamis, 11 Juni 2026

Antisipasi Cuaca Panas Ekstrem, Kemenkes Distribusikan Masker dan Oralit untuk Jemaah Haji di Madinah

Senin, 12 Mei 2025 07:15 WIB
Antisipasi Cuaca Panas Ekstrem, Kemenkes Distribusikan Masker dan Oralit untuk Jemaah Haji di Madinah
Petugas Kesehatan Haji Indonesia membagikan masker dan oralit kepada jemaah yang baru tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, sebagai langkah antisipatif menghadapi cuaca panas ekstrem.
Madinah (buseronline.com) - Suhu udara di Kota Madinah, Arab Saudi, dilaporkan mencapai puncaknya, Jumat (9/5/2025), dengan temperatur siang hari menembus angka 45 derajat Celsius.

Berdasarkan pemantauan Tim Sanitasi dan Pengawasan Makanan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Bidang Kesehatan, suhu panas ekstrem ini diperkirakan masih akan berlanjut pada hari berikutnya, berkisar antara 41 hingga 45 derajat Celsius.

Menyikapi kondisi tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) mengambil langkah antisipatif dengan mendistribusikan logistik kesehatan kepada para jemaah haji Indonesia.

Setiap jemaah menerima satu kotak oralit dan masker disposibel yang diserahkan melalui Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK).

Bantuan ini dimaksudkan untuk meringankan beban jemaah dalam membawa perlengkapan pribadi sekaligus menjadi langkah preventif terhadap risiko kesehatan.

"Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk mencegah penyebaran penyakit menular dan dehidrasi di tengah cuaca panas ekstrem Arab Saudi," ujar dr Mohammad Imran, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi.

Selain itu, Tim Kesehatan Bandara turut membagikan masker kepada para jemaah yang baru tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah.

Pembagian ini ditujukan untuk melindungi jemaah dari paparan debu, polusi udara, serta potensi infeksi virus pernapasan.

Pemberian oralit bertujuan menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat aktivitas fisik dan suhu tinggi, sementara masker bermanfaat untuk mencegah penularan penyakit saluran pernapasan seperti ISPA.

Data Kementerian Kesehatan mencatat bahwa selama musim haji 2018-2024, penyakit seperti pneumonia, ISPA, serangan jantung, dan stroke menjadi faktor risiko utama yang dihadapi jemaah haji.

Oleh karena itu, penyediaan masker dan oralit merupakan bagian penting dari strategi perlindungan kesehatan jemaah selama menjalankan ibadah haji. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Bobby Nasution Beri Insentif Kades Bersertifikat Basarnas untuk Perkuat Mitigasi Bencana
Ekonomi Sumut Tumbuh 4,98 Persen pada Triwulan I 2026
Wamendikdasmen: Sekolah Harus Menjadi Ruang Tumbuhnya Inovasi dan Kemandirian Siswa
Lima Daerah di Jawa Tengah Jadi Pilot Project Program Indonesia Sadar Jamu Aman
Arab Saudi Imbangi Senegal, Nicolas Jackson Digusur Kartu Merah
Ekonomi Bandung Tumbuh 5,76 Persen, Wali Kota Farhan Ingatkan Ancaman Inflasi
komentar
beritaTerbaru