Selasa, 07 April 2026

Pemerintah Luncurkan Rencana Aksi Nasional Kanker Anak 2025-2029, Targetkan Angka Kesembuhan Lebih dari 50%

Sabtu, 22 Februari 2025 06:33 WIB
Pemerintah Luncurkan Rencana Aksi Nasional Kanker Anak 2025-2029, Targetkan Angka Kesembuhan Lebih dari 50%
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berfoto bersama anak-anak penderita kanker dalam acara peluncuran Rencana Aksi Nasional Kanker Anak 2025-2029.
Jakarta (buseronline.com) - Dalam rangka memperingati Hari Kanker Anak Sedunia yang jatuh pada 15 Februari 2025, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara resmi meluncurkan Rencana Aksi Nasional Kanker Anak 2025-2029.

Program ini merupakan bagian dari Rencana Kanker Nasional 2024-2034 dan bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi anak-anak penderita kanker di seluruh Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan layanan kanker anak melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan, melibatkan tenaga medis, komunitas, serta dukungan finansial yang lebih luas.

Salah satu langkah utama dalam program ini adalah desentralisasi layanan kanker anak ke seluruh provinsi, agar pasien tidak perlu dirujuk ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan.

"Tidak semua pasien kanker anak harus dirujuk ke Dharmais. Kita harus mendistribusikan layanan ke 34 provinsi agar lebih banyak anak bisa mendapat pengobatan lebih dekat dengan rumah mereka," ujar Menkes.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan peningkatan angka kesembuhan kanker anak dari 24% menjadi lebih dari 50%.

Untuk mencapai target ini, Menkes menekankan pentingnya deteksi dini dengan memanfaatkan teknologi medis mutakhir, seperti pemeriksaan genetik dan analisis ekspresi RNA, yang telah digunakan di beberapa negara seperti Thailand dan Vietnam.

Dalam upaya memastikan keberlanjutan layanan, pemerintah mengadopsi strategi subsidi silang, di mana RS Kanker Dharmais akan melayani pasien BPJS dan non-BPJS.

Menkes Budi menyatakan bahwa kehadiran pasien non-BPJS bukan untuk mencari keuntungan, tetapi agar pendapatan rumah sakit dapat digunakan untuk membantu pasien dari keluarga kurang mampu.

Di sisi lain, RS Kanker Dharmais sebagai Pusat Kanker Nasional terus berupaya meningkatkan kapasitasnya.

Direktur Utama RS Kanker Dharmais dr Soeko menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan terbaik bagi pasien kanker anak melalui peningkatan fasilitas dan kolaborasi lintas sektor.

"Setelah dua tahun penuh tantangan, akhirnya gedung baru ini dapat dioperasikan. Sekarang tantangan berikutnya adalah bagaimana memastikan fasilitas ini dapat digunakan seoptimal mungkin untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat," ujar dr Soeko.

Selain memperluas layanan di dalam negeri, RS Kanker Dharmais juga menargetkan menjadi pusat rujukan kanker anak di Asia Tenggara.

Dengan penguatan fasilitas, layanan pemeriksaan genomik, serta terapi mutakhir seperti terapi sel dan terapi genetik, rumah sakit ini diharapkan dapat menarik pasien internasional dan meningkatkan standar layanan kanker di Indonesia.

Menkes Budi juga menekankan pentingnya peran komunitas dalam mendukung pasien kanker anak. Ia mendorong penyediaan ruang interaksi bagi keluarga pasien dan komunitas pendukung agar mereka dapat berbagi pengalaman dan memberikan dukungan psikososial.

Dengan peluncuran Rencana Aksi Nasional Kanker Anak 2025-2029, pemerintah berharap semakin banyak anak Indonesia yang mendapatkan akses pengobatan lebih cepat, lebih dekat, dan dengan tingkat kesembuhan yang lebih tinggi.

"Kita ingin lebih banyak anak Indonesia yang bisa sembuh dari kanker dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Untuk itu, kita harus bekerja bersama, pemerintah, rumah sakit, komunitas, dan masyarakat," tutup Menkes. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pemko Medan Dorong Budaya Melayu Lebih Dekat dengan Masyarakat Lintas Suku
Pemkab Pati Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan PAUD
Wali Kota Bandung Tekankan Pelestarian Kawasan Bersejarah
Sepolwan Gelar Latkapuan Pendidik untuk Tingkatkan Profesionalisme SDM Polri
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
komentar
beritaTerbaru