Kamis, 11 Juni 2026

Setwapres Pantau Penanganan Stunting di Banyumas, Tekankan Edukasi Pencegahan

Sabtu, 15 Februari 2025 09:23 WIB
Setwapres Pantau Penanganan Stunting di Banyumas, Tekankan Edukasi Pencegahan
Deputi Setwapres RI, Prof Dr Dadan Wildan, memberikan vitamin kepada balita saat meninjau penanganan stunting di Posyandu Taman Rasam, Banyumas, Kamis (13/2/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Banyumas (buseronline.com) - Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) RI bersama Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan pemantauan penanganan stunting di Kabupaten Banyumas, Kamis.

Dalam kunjungan tersebut, tim meninjau sejumlah lokasi, termasuk Posyandu Taman Rasam, Puskesmas Purwokerto Barat, Desa Pasir Kulon Kecamatan Karanglewas, serta Pendapa Pemkab Banyumas.

Perwakilan dari Bank Dunia dan jajaran Pemkab Banyumas turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Setwapres, Prof Dr Dadan Wildan, menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran nyata terkait penanganan stunting di daerah.

Temuan dari kunjungan ini nantinya akan menjadi bahan laporan kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting RI, dalam rapat koordinasi nasional yang akan datang.

“Kami harus memastikan bahwa kebijakan yang dibuat berdasarkan kondisi di lapangan, sehingga lebih akurat dan tepat sasaran,” ujar Dadan saat memberikan sambutan di Balai Desa Pasir Kulon.

Menurutnya, penanganan stunting di Banyumas sudah berjalan dengan baik, terutama dalam hal layanan posyandu dan puskesmas.

Namun, ia menekankan bahwa edukasi mengenai pencegahan stunting harus lebih digencarkan agar angka stunting terus menurun.

“Edukasi harus dilakukan sejak dini, mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga 1.000 hari pertama kehidupan anak,” tambahnya.

Selain edukasi, Dadan juga menyoroti pentingnya faktor lingkungan dan sanitasi dalam upaya penurunan stunting.

Ia menyebut bahwa program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) perlu menjangkau semua elemen yang terlibat, termasuk anak, ibu, dan keluarga, agar hasilnya lebih optimal.

Sementara itu, Kader Pembangunan Manusia (KPM) Posyandu Desa Pasir Kulon, Yulianti Fauziah, menyampaikan bahwa program pencegahan stunting di desanya sudah berjalan efektif.

“Kami memiliki posyandu remaja, balita, lansia, dan posbindu. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) juga sudah dilakukan secara rutin setiap bulan. Tahun ini, anggaran untuk PMT dari Dana Desa juga meningkat untuk membantu anak-anak yang terindikasi stunting,” jelas Yulianti.

Data yang dihimpun di Desa Pasir Kulon menunjukkan bahwa dari 218 balita yang ditimbang, terdapat delapan bayi di bawah dua tahun yang terindikasi stunting.

Namun, dengan program yang terus berjalan, penanganannya dinilai efektif.

Setwapres RI berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menurunkan angka stunting, memastikan kebijakan yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
WIITEX 2026 Siap Digelar, Jabar Bidik Perluasan Pasar Ekspor Teh, Kopi, dan Kakao
Wakapolri Tinjau Daycare SSDM Polri, Perkuat Dukungan bagi Keluarga Personel
Pemprov Sumut Bentuk 6.110 Posbankum, Perkuat Akses Bantuan Hukum hingga Desa dan Kelurahan
Presiden Prabowo: Kekayaan Alam Harus Dikelola untuk Kemakmuran Rakyat
Ekonomi Bandung Tumbuh 5,76 Persen, Wali Kota Farhan Ingatkan Ancaman Inflasi
Dinkes Kota Bandung Perluas Akses Kesehatan Mental, Layanan Psikolog Klinis Tersedia di 12 Puskesmas
komentar
beritaTerbaru