Kamis, 20 Agustus 2026

Vaksin Hewan Indonesia Tembus 95 Negara, Perluas Jangkauan ke Timur Tengah

Senin, 10 Februari 2025 09:16 WIB
Vaksin Hewan Indonesia Tembus 95 Negara, Perluas Jangkauan ke Timur Tengah
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menerima kunjungan Delegasi Republik Irak di Kementerian Pertanian, Kamis (6/2/2025), untuk membahas potensi ekspor vaksin hewan Indonesia. (Dok/Humas PKH)
Jakarta (buseronline.com) - Indonesia semakin menunjukkan eksistensinya di industri kesehatan hewan global dengan mengekspor vaksin ke 95 negara.

Terbaru, delegasi Republik Irak mengungkapkan ketertarikannya untuk mengimpor vaksin Lumpy Skin Disease (LSD) dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari Indonesia dalam kunjungan mereka ke Kementerian Pertanian pada Kamis.

Kunjungan yang dipimpin oleh Muntadher Mohammed Kareem ini diinisiasi dengan dukungan PT Vaksindo Satwa Nusantara, salah satu produsen vaksin hewan asal Indonesia yang telah berkiprah di pasar internasional.

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyambut baik ketertarikan Irak terhadap vaksin buatan Indonesia.

Namun, ia menjelaskan bahwa produksi vaksin LSD dan PMK di Indonesia saat ini masih terbatas pada satu serotipe.

"Prospek masa depan pengendalian penyakit zoonosis sangat menjanjikan. Dengan berkembangnya teknologi dan meningkatnya kolaborasi global, kita dapat berharap melihat lebih banyak vaksin dan obat baru yang efektif. Upaya ini tidak hanya akan melindungi hewan tetapi juga manusia, mencegah wabah besar, dan menjaga kesehatan global," ujar Agung.

Dalam satu dekade terakhir, industri obat hewan di Indonesia berkembang pesat. Saat ini, terdapat 77 fasilitas produksi obat hewan yang tersebar di tujuh provinsi, memproduksi berbagai jenis produk mulai dari vaksin, farmasetik, premiks, hingga obat alami.

Indonesia juga telah mengekspor produk biologik (vaksin), farmasetik (antibakteri dan antiprotozoa), premiks (asam amino dan mineral), serta obat hewan lainnya ke 95 negara.

Nilai ekspor produk-produk ini mencapai USD1,9 M atau sekitar Rp29 T dalam periode 2017–2024.

Kementerian Pertanian memastikan kualitas dan keamanan obat hewan yang diproduksi di dalam negeri melalui mekanisme sertifikasi Cara Pembuatan Obat Hewan yang Baik (CPOHB) serta registrasi produk.

"Pengembangan obat hewan merupakan langkah penting menuju dunia yang lebih sehat. Dengan inovasi ini, kita tidak hanya melindungi hewan tetapi juga manusia dari ancaman penyakit yang dapat menyebar secara global," tambah Agung.

Indonesia juga membuka peluang kerja sama lebih luas dengan Irak, termasuk dalam pertukaran ilmu pengetahuan, inovasi, serta investasi di bidang kesehatan hewan.

Dengan semakin luasnya jangkauan ekspor, Indonesia optimistis dapat memperkuat posisi sebagai pemain utama dalam industri vaksin hewan dunia. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
Tags
beritaTerkait
Hari Kelima Pascabencana, Pemerintah Kirim 253 Ton Logistik ke NTT
Bupati Toba Dorong Pengembangan Bawang Putih untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Bupati Taput Dukung Percepatan Pengembangan Panas Bumi untuk Kesejahteraan Masyarakat
Pemkab Taput Perkuat Komitmen Lindungi Orangutan Tapanuli dan Hutan Tapanuli
Pemko Bandung Tawarkan Sejumlah Proyek Strategis kepada Investor melalui Investor Day 2026
Polri Perkuat Sistem Pengaduan Kontinjensi Berbasis Digital untuk Percepat Respons Keamanan
komentar
beritaTerbaru