Senin, 06 April 2026

Rayakan Ulang Tahun dengan Skrining Kesehatan Gratis Sesuai Usia

EM Bukit MKes - Sabtu, 02 November 2024 12:22 WIB
Rayakan Ulang Tahun dengan Skrining Kesehatan Gratis Sesuai Usia
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengumumkan peluncuran program skrining kesehatan gratis yang akan dimulai pada hari ulang tahun setiap warga negara, dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/10/2
Jakarta (buseronline.com) - Dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, Kemenkes RI mengumumkan peluncuran program skrining kesehatan gratis yang dapat diakses oleh seluruh warga Indonesia pada hari ulang tahunnya.

Program inovatif ini direncanakan mulai berlaku pada tahun 2025 dan diharapkan dapat menjadi hadiah spesial dari negara bagi masyarakat.

Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa program skrining ini bertujuan untuk mendeteksi dini dan mencegah penyakit sesuai dengan kategori usia.

“Skrining ini adalah hadiah ulang tahun dari negara kepada masyarakat, dilakukan setiap hari ulang tahun untuk memastikan kesehatan terpantau secara dini,” ujar Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis.

Berbeda dengan skrining yang terintegrasi dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mencakup 14 jenis penyakit, skrining ulang tahun ini akan dirancang untuk mendeteksi berbagai penyakit sesuai golongan usia.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas deteksi dini serta meminimalkan risiko kematian dan kecacatan.

Kategori Skrining Berdasarkan Golongan Usia:

1. Skrining Balita: Fokus pada deteksi penyakit bawaan lahir seperti hipotiroid kongenital, yang jika teridentifikasi secara dini dapat diobati untuk mencegah kematian atau kecacatan.

2. Skrining Remaja (di bawah 18 tahun): Meliputi pemeriksaan obesitas, diabetes, dan kesehatan gigi, untuk mendeteksi masalah kesehatan yang sering muncul pada usia anak hingga remaja.

3. Skrining Dewasa: Difokuskan pada deteksi dini kanker, termasuk kanker payudara dan serviks pada wanita serta kanker prostat pada pria.

4. Skrining Lansia: Meliputi pemeriksaan alzheimer, osteoporosis, serta kesehatan umum terkait penuaan.

Skrining akan dilakukan di Puskesmas dan sekolah-sekolah sesuai dengan kategori usia yang relevan. Kemenkes juga bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk mendukung pendataan.

Warga yang berulang tahun hanya perlu mendatangi Puskesmas terdekat dengan membawa identitas, dan petugas akan memverifikasi data berdasarkan basis data kependudukan untuk mengakses layanan ini.

Melalui program ini, Kemenkes berharap masyarakat Indonesia dapat memantau kondisi kesehatannya sejak dini, menciptakan generasi yang lebih sehat dan tangguh. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Inter Miami Ditahan Austin FC 2-2 di Pekan Ke-6 MLS 2026
Lille Bungkam Lens 3-0 di Derby du Nord, Asa Juara Tim Tamu Kian Menipis
Dua Perwira TNI Terima Penghargaan Pemerintah Kamboja atas Peran dalam Misi Perdamaian ASEAN
Polri Kirim Ratusan Personel ke Papua Tengah dan Maluku Utara untuk Perkuat Pengamanan
Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL Lebanon, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
Perayaan Paskah GBKP Setia Budi Meriah, Diisi Ibadah, Pujian dan Perlombaan
komentar
beritaTerbaru