Minggu, 04 Oktober 2026

Jubir Kemenkes: Indonesia Level 1 Transmisi Komunitas Covid-19

Sabtu, 03 Desember 2022 12:31 WIB
Jubir Kemenkes: Indonesia Level 1 Transmisi Komunitas Covid-19
Juru Bicara Kemenkes RI dr Mohammad Syahril SpP MPH.
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melaporkan Indonesia masih berada pada Level 1 transmisi komunitas Covid-19.

Menyusul kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia imbas sub varian Omicron XBB, Kemenkes RI menyebut Indonesia kini masih berada di Level 1 transmisi komunitas.

Namun memang ditemukan dalam sepekan terakhir, tren kasus Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan, dibarengi penurunan kasus rawat inap di rumah sakit.

"Dalam tujuh hari terakhir rata-rata 5.025 kasus dan per tanggal 1 desember 4.977 kasus, terjadi penurunan 21,2 persen," kata Juru Bicara Kemenkes RI dr Mohammad Syahril SpP MPH, Sabtu (3/12/2022).

Dokter Syahril lebih lanjut menjelaskan, tren rawat inap di ruang isolasi per 1 Desember 2022 mengalami penurunan sebanyak 5,76 persen. Data terakhir kemarin, terdapat 5.750 pasien dirawat.

Sementara sebelumnya pada data pekan lalu, ada sebanyak 6.152 pasien. Kemudian perihal tren perawatan di ruang intensif, kasus harian yang dirawat ada sebanyak 602, dan harian dalam sepekan terakhir sebanyak 649 kasus.

Artinya, terjadi penurunan 5,61 persen. Kasus Covid-19 kini didominasi di Pulau Jawa dan Bali dengan proporsi kasus mencapai 90,63 persen. Sementara itu, proporsi kasus di luar pulau Jawa dan Bali sebesar 9,3 persen.
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Pemkab Taput Salurkan Bantuan Rp267,45 Juta kepada 32 KK Terdampak Bencana
Bupati Taput Buka Tapanuli Highlands Festival 2026, Ikut Renang 1,2 Kilometer di Danau Toba
Pemprov Jateng Percepat Verifikasi 4.230 Gerai Koperasi Merah Putih
Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres, Pratikno: Kami Berikan Pertimbangan kepada Presiden
Dinkes Medan Waspadai Penyebaran Influenza A, 15 Kasus Tercatat hingga September 2026
Polri Lepas 140 Personel FPU 8 MINUSCA untuk Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah
komentar
beritaTerbaru